Minggu, 14 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Kemenkeu Respons Tuntutan Mahasiswa Setop Pemborosan APBN

Zulhamdani Napitupulu - Sabtu, 13 Juni 2026 14:14 WIB
Kemenkeu Respons Tuntutan Mahasiswa Setop Pemborosan APBN
Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia saat demo di kawasan Dukuh Atas, Jumat (12/6/2026).

Jakarta,asatupro.com-Kementerian Keuangan buka suara soal tuntutan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia untuk menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan saat ini pemerintah tengah melaksanakan evaluasi atas program-program prioritas APBN agar lebih efisien dan efektif. Pemerintah juga tengah melakukan perbaikan terhadap tata kelola.

"Kami tentunya sangat berterima kasih atas masukan dan aspirasi mahasiswa dan masyarakat," ujar Deni kepada Bloomberg Technoz, Sabtu (13/6/2026).

Tak hanya itu, Deni mengatakan pemerintah juga bersinergi dengan aparatur pengawasan dan aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program prioritas tersebut.

Baca Juga:

Kemarin, BEM UI bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya melakukan aksi penyampaian pendapat. Mereka memiliki lima tuntutan dalam aksi bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut tersebut. Pertama, pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak. Ketiga, hentikan program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, hentikan militerisme di ranah sipil. Kelima, Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.

Kementerian Keuangan melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Mei 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun atau 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibanding posisi pada periode yang sama tahun lalu, yakni Rp20,9 triliun atau 0,09% terhadap PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan defisit ini masih jauh di bawah target defisit sepanjang 2026 yang mencapai -Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.

Baca Juga:

Kendati mengalami defisit, posisi keseimbangan primer APBN 2026 mencatatkan surplus Rp58,6 triliun sampai Mei 2026. Angka ini lebih rendah dibanding nominal surplus pada periode yang sama tahun lalu Rp192,2 triliun.

Realisasi defisit terjadi akibat total pendapatan negara lebih rendah dibanding realisasi belanja negara sampai lima bulan pertama tahun ini.

"Realisasi pendapatan negara tercatat Rp1.185 triliun sampai Mei 2026, atau tumbuh 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Jumat (5/6/2026).

Secara porsi, realisasi pendapatan negara tercatat 37,6% dari total target APBN yang sebesar Rp3.153 triliun.

Di sisi lain, realisasi belanja negara tercatat Rp1.365,4 triliun atau melonjak 34,4% dibanding Mei 2025. Porsinya 35,5% terhadap target belanja yang mencapai Rp3.842 triliun.

Dengan demikian, realisasi pembiayaan anggaran negara tercatat Rp379,4 triliun atau tumbuh 16,2% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp326,5 triliun.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
DPP GMNI Minta Panglima TNI Berikan Klarifikasi soal Keterlibatan Aparat dalam Pengamanan Demonstrasi
Dapur MBG Membengkak Imbas Jual Beli Titik, Pemerintah Buka Opsi Penutupan
Alarm Revolusi : Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas
HARI Desak Kejati dan Kejari Se-Indonesia Bongkar Mafia MBG, Jangan Hanya Berhenti di Pusat
3 Mantan Pejabat BGN Jadi Tersangka!, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG Triliunan Rupiah
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Kejaksaan Agung dalam Pengusutan Dugaan Korupsi Program Gizi Nasional
komentar
beritaTerbaru