Selasa, 23 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Puluhan Nakes Maritim Mengikuti Kegiatan HBOT Angkatan Ke 2 Tahun 2026 di Jakarta

Khairuddin Tanjung - Selasa, 03 Februari 2026 23:45 WIB
Puluhan Nakes Maritim Mengikuti Kegiatan HBOT Angkatan Ke 2 Tahun 2026 di Jakarta
Para Nakes Maritim Mengikuti Kegiatan HBOT Angkatan ke 2 di Jakarta. (Kees/HSD/Kolegium Dokla).

Jakarta,asatupro.com-Upaya penguatan layanan kesehatan maritim di Indonesia terus diperkuat. Sebanyak puluhan tenaga kesehatan dan pengelola layanan kesehatan mengikuti kegiatan Pelatihan Kedokteran Kelautan dan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) bagi Pengelola Pelayanan Hiperbarik Tahun 2026 (Angkatan 2).

Kegiatan intensif ini berlangsung selama sembilan hari, mulai 12 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Hotel Sofyan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam menangani kasus-kasus medis di lingkungan kelautan, mulai dari kecelakaan penyelaman hingga pemanfaatan terapi oksigen bertekanan tinggi (hiperbarik) untuk berbagai jenis penyakit klinis.

Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar, kebutuhan akan ahli Kedokteran Kelautan menjadi sangat krusial. Terapi Oksigen Hiperbarik sendiri kini tidak hanya digunakan untuk menangani penyakit dekompresi bagi penyelam, tetapi juga telah berkembang pesat untuk penyembuhan luka kronis, pemulihan pasca-stroke, hingga kebugaran.

Baca Juga:

Pelatihan dibuka Ketua Kolegium Kedokteran Kelautan, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah Sp.K.L. K.T., SE., M.Kes., M.H., C.FEM., FIHFAA., FISQua., FRSPH., FIMMA. Dan Ketua PERDOKLA, Dr. dr. Harmin Sarana, M.M., M.H., F.S, Sp.B(K), Sp.K.L. K.T.

Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi komprehensif, di antaranya: Fisiologi Lingkungan Hiperbarik: Pemahaman mendalam tentang reaksi tubuh pada tekanan tinggi. Manajemen Fasilitas Hiperbarik: Standar operasional dan keamanan alat chamber.

Penanganan Kegawatdaruratan Kelautan: Simulasi prosedur evakuasi dan medis di wilayah perairan. Etika dan Standar Pelayanan Hiperbarik: Pengelolaan layanan yang sesuai dengan regulasi kesehatan nasional.

Baca Juga:

"Pelatihan Angkatan ke-2 di tahun 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola layanan hiperbarik yang memiliki standar kualifikasi tinggi, sehingga keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama," ujar salah satu perwakilan penyelenggara di sela kegiatan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan sebaran fasilitas layanan hiperbarik di berbagai rumah sakit dan klinik di Indonesia dapat dikelola oleh tenaga profesional yang tersertifikasi, guna mendukung visi Indonesia sebagai pusat kesehatan maritim dunia.(KEES/HSD/Kolegium Dokla).

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
UU Polri Terbaru Resmi Disahkan Presiden Prabowo Subianto, Ini Aturan Baru Soal Pensiun Hingga Disabilitas
Ombudsman RI Dalami Penyebab Blackout Sumatera, Kunjungi PLN UID Sumut
Cipayung Menggugat Melakukan Demonstrasi di DPR RI Dan Salah Satu Masa Aksi Sempat Mendapatkan Tindakan Represif Oleh Oknum Polisi
Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN: Semua Kita Buka
Hasil Piala AFF U-19: Indonesia Atasi Kamboja 1-0, Rebut Tempat Ketiga
DPP GMNI Minta Panglima TNI Berikan Klarifikasi soal Keterlibatan Aparat dalam Pengamanan Demonstrasi
komentar
beritaTerbaru