Sabtu, 09 Mei 2026

Puluhan Nakes Maritim Mengikuti Kegiatan HBOT Angkatan Ke 2 Tahun 2026 di Jakarta

Khairuddin Tanjung - Selasa, 03 Februari 2026 23:45 WIB
Puluhan Nakes Maritim Mengikuti Kegiatan HBOT Angkatan Ke 2 Tahun 2026 di Jakarta
Para Nakes Maritim Mengikuti Kegiatan HBOT Angkatan ke 2 di Jakarta. (Kees/HSD/Kolegium Dokla).

Jakarta,asatupro.com-Upaya penguatan layanan kesehatan maritim di Indonesia terus diperkuat. Sebanyak puluhan tenaga kesehatan dan pengelola layanan kesehatan mengikuti kegiatan Pelatihan Kedokteran Kelautan dan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) bagi Pengelola Pelayanan Hiperbarik Tahun 2026 (Angkatan 2).

Kegiatan intensif ini berlangsung selama sembilan hari, mulai 12 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Hotel Sofyan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam menangani kasus-kasus medis di lingkungan kelautan, mulai dari kecelakaan penyelaman hingga pemanfaatan terapi oksigen bertekanan tinggi (hiperbarik) untuk berbagai jenis penyakit klinis.

Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar, kebutuhan akan ahli Kedokteran Kelautan menjadi sangat krusial. Terapi Oksigen Hiperbarik sendiri kini tidak hanya digunakan untuk menangani penyakit dekompresi bagi penyelam, tetapi juga telah berkembang pesat untuk penyembuhan luka kronis, pemulihan pasca-stroke, hingga kebugaran.

Baca Juga:

Pelatihan dibuka Ketua Kolegium Kedokteran Kelautan, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah Sp.K.L. K.T., SE., M.Kes., M.H., C.FEM., FIHFAA., FISQua., FRSPH., FIMMA. Dan Ketua PERDOKLA, Dr. dr. Harmin Sarana, M.M., M.H., F.S, Sp.B(K), Sp.K.L. K.T.

Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi komprehensif, di antaranya: Fisiologi Lingkungan Hiperbarik: Pemahaman mendalam tentang reaksi tubuh pada tekanan tinggi. Manajemen Fasilitas Hiperbarik: Standar operasional dan keamanan alat chamber.

Penanganan Kegawatdaruratan Kelautan: Simulasi prosedur evakuasi dan medis di wilayah perairan. Etika dan Standar Pelayanan Hiperbarik: Pengelolaan layanan yang sesuai dengan regulasi kesehatan nasional.

Baca Juga:

"Pelatihan Angkatan ke-2 di tahun 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola layanan hiperbarik yang memiliki standar kualifikasi tinggi, sehingga keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama," ujar salah satu perwakilan penyelenggara di sela kegiatan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan sebaran fasilitas layanan hiperbarik di berbagai rumah sakit dan klinik di Indonesia dapat dikelola oleh tenaga profesional yang tersertifikasi, guna mendukung visi Indonesia sebagai pusat kesehatan maritim dunia.(KEES/HSD/Kolegium Dokla).

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit
Exploitation de l’homme par l’homme”: DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Tuntut Penyelesaian Dugaan Perampasan Hak Debitur
Pemerintah Gaspol Ganti LPG 3 Kg dengan CNG, Impor Ditekan, Subsidi Lebih Hemat
Sumut Raih Juara I Creative Financing Kemendagri, Bunda Yin: Bukti Kepemimpinan Bobby Nasution Berkah dan Inovatif
Pernyataan Sikap DPC GMNI Jakarta Timur, “Legislatif Yang Sehat : Tetapkan Batas Empat Periode.”
Sosialisasikan Aquaculture, Regal Springs Indonesia dan Faperta USU Kolaborasi Lakukan Ini
komentar
beritaTerbaru