Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I - III Resmi Dibuka
Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I III Resmi Dibuka
Daerah
Jakarta,asatupro.com-Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menekankan inovasi dalam pelayanan publik harus lebih dari sekadar penerapan teknologi. Menurutnya, inovasi harus menghadirkan solusi yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat. Hal itu diungkapkannya dalam Webinar Sinergisitas Pembinaan Inovasi Daerah untuk Pelayanan Publik yang Inklusif yang digelar secara daring dari Aula BSKDN pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Lebih lanjut, Yusharto mengungkapkan, dalam era perkembangan yang semakin kompleks, pemerintah daerah (Pemda) dihadapkan pada berbagai tantangan yang menuntut kreativitas dan inovasi dalam melayani masyarakat. Khususnya, dalam urusan wajib pelayanan dasar seperti urusan pendidikan; kesehatan; pekerjaan umum dan penataan ruang; perumahan rakyat dan kawasan permukiman; ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat; serta kesejahteraan sosial. Daerah dituntut terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari keberadaan pemerintah.Baca Juga:
Menurutnya, inovasi tidak hanya terfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga mencakup pendekatan baru dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan layanan yang lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran. "Teknologi merupakan alat penting dalam mendukung inovasi, namun yang lebih utama adalah menghadirkan solusi-solusi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Salah satu contoh implementasi inovasi yang relevan adalah penggunaan data dalam pengambilan keputusan publik.
Baca Juga:
Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat memungkinkan Pemda merumuskan program-program yang lebih tepat guna. "Dengan data yang tepat, kita bisa lebih akurat dalam menentukan kebutuhan masyarakat dan menyiapkan kebijakan yang responsif serta memberikan dampak yang nyata. Inovasi seperti ini lebih dari sekadar teknologi, ini tentang bagaimana kita beradaptasi dengan tantangan yang ada dan menghadirkan solusi yang dibutuhkan masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, Yusharto menegaskan pentingnya kolaborasi dalam proses inovasi. Pemerintah pusat, Pemda, sektor swasta, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan. "Inovasi bukanlah pekerjaan satu pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting. Kolaborasi ini akan menghindarkan kita dari tumpang tindih program, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil saling mendukung dan menghasilkan manfaat optimal bagi masyarakat," tegasnya.
Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I III Resmi Dibuka
Daerah
Industri dari Indorayon Ke TPL, Konflik Tak Kunjung Selesai, Presedium Sebat Sutanto Tanoto Jangan Lepas Tanggung Jawab
Peristiwa
Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Peristiwa
Polres Karo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu
Peristiwa
PT Toba Surimi Industries (PT PSI) Gugat Bank Mandiri, OJK Provinsi Sumatera Utara Diminta Buka Suara
Peristiwa
Sesuai laporan masyarakat Polsek Gunung Malela dan Tim Inafis tangani Temuan Wanita Meninggal di Perkebunan PTPN IV
Peristiwa
Hinca Panjaitan Desak APH Ungkap Tuntas Dugaan Gudang BBM Ilegal di Medan Utara
Hukrim
SATPAS Binjai Disorot DIDUGA Tanpa Ujian Teori dan Praktik, Pemohon SIM KeluarMasuk Dalam Waktu Singkat
Peristiwa
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Medan
Tentang Dugaan Penyimpangan dan Kecelakaan Kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Serta Tuntutan Hukum Terhadap PT Evyap Sabun
Peristiwa