Sebut Urus Perkara di Polisi Bayar Rp25 Juta, Ketua Bobby Lovers Diduga Cemarkan Nama Baik Polri
Sebut Urus Perkara di Polisi Bayar Rp25 Juta, Ketua Bobby Lovers Diduga Cemarkan Nama Baik Polri
Medan
Medan,asatupro.com-Ketua Bobby Lovers, Andy Syahputra, diduga mencoreng citra institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setelah rekaman percakapannya dengan seorang wanita bernama Lailan Syavina terkait penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar di akun @cakapviral.id Andy diduga berupaya membujuk korban agar tidak menempuh jalur hukum dengan menyampaikan pernyataan yang mengesankan adanya biaya tidak resmi dalam proses penanganan perkara di kepolisian.
"Kalau ke polisi yang pertama itu otomatis diambil keterangan para pelakunya. Setelah itu barbut (barang bukti) mobilnya digeret ke kantor polisi. Setelah ada penyelesaian di kantor polisi, mengambil di kantor polisi 25 juta," ujar Andy dalam rekaman tersebut.
Pernyataan itu memicu reaksi publik karena dinilai berpotensi mendiskreditkan institusi Polri dengan menggambarkan seolah-olah terdapat pungutan sebesar Rp25 juta dalam proses penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga:
Tak hanya itu, Andy juga diduga berusaha menghindari tanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami korban. Padahal, nilai kerusakan akibat kecelakaan tersebut disebut mencapai sekitar Rp43 juta.
Akibat insiden tersebut, seorang sopir Grab yang menggantungkan hidup dari kendaraan yang dikemudikannya kini kehilangan mata pencaharian karena mobil yang digunakan untuk bekerja mengalami kerusakan berat dan tidak dapat beroperasi.
"Kondisi sopir Grab saat ini sangat memprihatinkan karena kehilangan sumber pendapatan utama untuk menghidupi keluarga. Sementara itu, pihak terduga pelaku justru sibuk mencari alasan untuk menghindar dari tanggung jawab ganti rugi," ujar Lailan Syavina.
Baca Juga:
Lebih jauh, Andy juga diduga membawa-bawa nama organisasi relawan Bobby Lovers dalam percakapan tersebut. Ia bahkan mengklaim posisinya di organisasi itu dapat memberikan kemudahan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.
"Saya orang Bobby Lovers tentunya lebih gampang dapat kemudahan. Makanya jangan ke polisi, kasian Grab itu," ucap Andy dalam rekaman yang beredar.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai dugaan adanya upaya memanfaatkan kedekatan politik atau jaringan relawan untuk memperoleh perlakuan khusus dalam proses penegakan hukum.
Sejumlah warganet bahkan menyoroti keberanian Andy melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan institusi Polri. Kecurigaan publik mengarah pada dugaan adanya rasa percaya diri berlebihan karena kedekatannya dengan sejumlah tokoh di lingkungan Bobby Lovers.
Nama Aspiadi yang diketahui menjabat sebagai Ketua Pusat Bobby Lovers turut menjadi perbincangan setelah sejumlah pihak mengaitkannya dengan klaim-klaim kedekatan terhadap lingkaran kekuasaan di Sumatera Utara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan adanya biaya Rp25 juta sebagaimana disebutkan Andy dalam rekaman tersebut.
Sementara itu, desakan agar aparat mengusut tuntas persoalan ini terus menguat, baik untuk mengklarifikasi dugaan pencemaran nama baik terhadap institusi Polri maupun untuk memastikan korban kecelakaan memperoleh keadilan dan ganti rugi yang layak.
Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum guna memastikan tidak ada pihak yang menggunakan pengaruh organisasi, kedekatan politik, maupun narasi menyesatkan untuk menghindari tanggung jawab hukum.
Sebut Urus Perkara di Polisi Bayar Rp25 Juta, Ketua Bobby Lovers Diduga Cemarkan Nama Baik Polri
Medan
HARI Desak Kejati dan Kejari SeIndonesia Bongkar Mafia MBG, Jangan Hanya Berhenti di Pusat
Nasional
Komandan Resiman Arhanud 1 Pasgat Bersama Para Perwira Kunjungi Kantor Bea Cukai Medan
Medan
Anggota DPR RI PDIP Deddy Sitorus Pertanyakan Permintaan Kompensasi Bobby Nst Ke PLN Pencitraan Atau Gubernur Ngak Paham
Medan
Menjaga Ruang Publik dari Kriminalitas Jalanan, GMNI Sumut Dorong Kolaborasi Semua Pihak
Medan
Banda Aceh,asatupro.comKetua Ikatan Cut Putroe Bangsawan Aceh (ICPBA), Cut Sawadi, menggelar pertemuan khusus dengan keluarga besar keturun
Nusantara
Izin PBG Sky Cros Milik Rumah Sakit Ibu dan Anak Rosiva Dipersoalkan
Hukrim
Warga Resah, Batching Plant di Batu Bara Diduga Gunakan Jalan PT Socfindo Tanpa Izin, Debu dan Kerusakan Jalan Jadi Keluhan
Daerah
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik sebagai bagian dari upaya membangu
Medan
Medan,asatupro.comPeringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari Jumat (05/06/2026), ditindaklanjuti pula Pengurus Wilayah
Perkebunan