Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Medan,asatupro.com-Di tengah dinamisnya tantangan keamanan nasional, perlindungan terhadap kelompok rentan yakni perempuan dan anak-anak menjadi prioritas utama. Menanggapi hal tersebut, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Anti Teror Polri menginisiasi langkah strategis dengan memperkuat sinergitas lintas instansi guna menciptakan "pagar" perlindungan dari ancaman paham radikal.
Gerak Cepat Dalam Silaturahmi Strategis
Kasatgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H., secara maraton melakukan kunjungan kerja dan diskusi mendalam dengan dua instansi kunci di Sumatera Utara.
Dalam agenda pertamanya, Kombes Pol. Didik bertemu dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumut, Ibu Dwi Endah Purwanti, S.S., M.Si. Diskusi ini menyoroti peran vital lingkungan keluarga dalam mendeteksi dini masuknya pengaruh buruk.
Baca Juga:
Tak berhenti di situ, koordinasi berlanjut ke Direktorat PPA dan PPO Polda Sumut, disambut langsung oleh Direktur PPA dan PPO, Kombes Pol. Kristinattara Wahyuningrum, S.H., M.H. Pertemuan ini memfokuskan pada aspek penegakan hukum yang humanis namun tetap tegas sesuai koridor perundang-undangan.
Waspada Fenomena Target Baru: Perempuan dan Anak
Dalam setiap kunjungannya, Kombes Pol. Dr. Didik menyampaikan peringatan serius mengenai pergeseran pola rekrutmen kelompok radikal.
Baca Juga:
"Saat ini, perempuan dan anak-anak bukan lagi sekadar pendukung, melainkan telah menjadi target utama perekrutan. Kita harus menyadari fenomena ini agar langkah pencegahan bisa dilakukan secara tepat sasaran," tegas Kombes Pol. Dr. Didik.
Beliau memaparkan bahwa paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) seringkali masuk melalui celah psikologis dan sosial yang kurang terpantau.
Sebagai langkah konkret, Densus 88 AT mengajak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Polda Sumut untuk membentuk
Tim Terpadu Penanganan Perempuan dan Anak. Kolaborasi ini bertujuan untuk:
Pencegahan Dini: Melalui edukasi masif mengenai bahaya paham IRET.
Penanganan Presisi: Memastikan setiap kasus yang melibatkan perempuan dan anak ditangani sesuai dengan UU Perlindungan Anak dan regulasi terkait.
Rehabilitasi: Memberikan pendampingan psikologis bagi mereka yang terpapar agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan ideologi yang sehat.
Komitmen Bersama Demi Sumut Yang Aman
Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, melainkan sebuah aksi nyata dalam menjaga kedaulatan mental generasi muda di Sumatera Utara.
Dengan kolaborasi yang presisi antara Densus 88, Polda Sumut, dan Pemprov Sumut, diharapkan tidak ada lagi celah bagi paham radikal untuk merusak masa depan anak bangsa di Bumi Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Aksi Jilid II PW KAMMI SUMUT Desak DPRD Buka Proses KPID, Minta RDP, dan Dorong Kejatisu Tindak Lanjuti Laporan
Peristiwa
Dana Desa Suka Julu Rp1,7 Miliar Disorot, Sejumlah Kegiatan Diduga Fiktif dan Tak Sesuai Pelaksanaan
Hukrim
Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan PascaPutusan MK, Singgung Risiko Ekonomi dan Stabilitas Politik
Nasional
Respons Santai KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Nasional
Ekoteologi dalam Aksi, Mahasiswa KKN UINSU Ajak Masyarakat Desa Gajah Kelola Sampah
Pendidikan
Rumah Tumbuh KKN Desa Gajah Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Edukatif bagi AnakAnak
Pendidikan
Uji komitmen "No Viral, No Justice", Kapolri Baru di Desak Segera Tolak Upaya Banding dan Jatuhkan PTDH Final Kepada Kompol DK
Peristiwa
Mahasiswa Soroti Dugaan Ketidakberesan LLTT, Tirtanadi Diminta Buka Data
Peristiwa
Gerak Cepat Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Tindak Aduan Warga, Dua Lokasi Diduga Sarang Sabu Ternyata Nihil
Hukrim