Minggu, 17 Mei 2026

Bentengi Generasi dari Radikalisme, Densus 88 Ajak Pemprov Sumut dan Polda Sumut Perkuat Kolaborasi Presisi

Khairuddin Tanjung - Sabtu, 16 Mei 2026 15:15 WIB
Bentengi Generasi dari Radikalisme, Densus 88 Ajak Pemprov Sumut dan Polda Sumut Perkuat Kolaborasi Presisi
Kasatgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H., Saat Melakukan Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumut, Ibu Dwi Endah Purwanti, S.S., M.Si. untuk program Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme. (Humas Poldasu).

Medan,asatupro.com-Di tengah dinamisnya tantangan keamanan nasional, perlindungan terhadap kelompok rentan yakni perempuan dan anak-anak menjadi prioritas utama. Menanggapi hal tersebut, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Anti Teror Polri menginisiasi langkah strategis dengan memperkuat sinergitas lintas instansi guna menciptakan "pagar" perlindungan dari ancaman paham radikal.

Gerak Cepat Dalam Silaturahmi Strategis

Kasatgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H., secara maraton melakukan kunjungan kerja dan diskusi mendalam dengan dua instansi kunci di Sumatera Utara.

Dalam agenda pertamanya, Kombes Pol. Didik bertemu dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumut, Ibu Dwi Endah Purwanti, S.S., M.Si. Diskusi ini menyoroti peran vital lingkungan keluarga dalam mendeteksi dini masuknya pengaruh buruk.

Baca Juga:

Tak berhenti di situ, koordinasi berlanjut ke Direktorat PPA dan PPO Polda Sumut, disambut langsung oleh Direktur PPA dan PPO, Kombes Pol. Kristinattara Wahyuningrum, S.H., M.H. Pertemuan ini memfokuskan pada aspek penegakan hukum yang humanis namun tetap tegas sesuai koridor perundang-undangan.

Waspada Fenomena Target Baru: Perempuan dan Anak

Dalam setiap kunjungannya, Kombes Pol. Dr. Didik menyampaikan peringatan serius mengenai pergeseran pola rekrutmen kelompok radikal.

Baca Juga:

"Saat ini, perempuan dan anak-anak bukan lagi sekadar pendukung, melainkan telah menjadi target utama perekrutan. Kita harus menyadari fenomena ini agar langkah pencegahan bisa dilakukan secara tepat sasaran," tegas Kombes Pol. Dr. Didik.

Beliau memaparkan bahwa paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) seringkali masuk melalui celah psikologis dan sosial yang kurang terpantau.

Sebagai langkah konkret, Densus 88 AT mengajak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Polda Sumut untuk membentuk

Tim Terpadu Penanganan Perempuan dan Anak. Kolaborasi ini bertujuan untuk:

Pencegahan Dini: Melalui edukasi masif mengenai bahaya paham IRET.

Penanganan Presisi: Memastikan setiap kasus yang melibatkan perempuan dan anak ditangani sesuai dengan UU Perlindungan Anak dan regulasi terkait.

Rehabilitasi: Memberikan pendampingan psikologis bagi mereka yang terpapar agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan ideologi yang sehat.

Komitmen Bersama Demi Sumut Yang Aman

Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, melainkan sebuah aksi nyata dalam menjaga kedaulatan mental generasi muda di Sumatera Utara.

Dengan kolaborasi yang presisi antara Densus 88, Polda Sumut, dan Pemprov Sumut, diharapkan tidak ada lagi celah bagi paham radikal untuk merusak masa depan anak bangsa di Bumi Sumatera Utara.

Editor
: Zulhamdani Napitupulu
SHARE:
Tags
beritaTerkait
ICMI Sumut Minta Polemik Video Ceramah JK Tak Dibawa ke Isu Agama
Viral di Medsos! Polisi Ringkus Pencuri Material Bangunan dan Elektronik di Labuhan Deli
Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi
Sehari, Polda Sumut Ungkap 23 Kasus Narkoba dan Amankan 26 Tersangka
Resmikan Kantor, Firsal Ferial Mutyara Resmi Jadi Konsul Belanda untuk Sumut
Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Hingga Eksploitas Tenaga Kerja, FSP KEP K-SPSI AGN Gelar Aksi Damai
komentar
beritaTerbaru