Raih Prestasi, Dapat Reward: 125 Siswa SMK Swasta Imelda Medan Kunjungi PT INALUM
Raih Prestasi, Dapat Reward 125 Siswa SMK Swasta Imelda Medan Kunjungi PT INALUM
Pendidikan
Langkat,asatupro.com-Di sebuah sudut Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dua orang pria tampak sibuk mengaduk semen dan menyusun bata merah di bawah terik matahari pesisir yang menyengat. Di dekat mereka, sebuah tangki air berwarna oranye mencolok menjulang, kontras dengan langit biru dan hijaunya semak belukar di sekelilingnya.
Pemandangan ini bukan sekadar aktivitas konstruksi biasa. Bagi warga setempat, ini adalah ikhtiar untuk menjemput martabat kesehatan yang selama bertahun-tahun terabaikan akibat sulitnya akses sanitasi dan air bersih.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, Kodim 0203/Langkat membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) serta lima titik sumur bor. Di Desa Pasar Rawa, fasilitas ini dinamai "Sasaran-11", sebuah proyek fisik yang menyentuh langsung urat nadi kehidupan harian masyarakat.
Kelindan Gotong Royong
Baca Juga:
Dalam sejarahnya, warga Pasar Rawa terbiasa hidup dalam keterbatasan. Ketiadaan sanitasi mandiri memaksa banyak keluarga berbagi satu bilik kamar mandi yang kondisinya jauh dari kata layak. Masalah kian pelik ketika musim kemarau menyapa, mengubah air bersih menjadi barang mewah yang sulit dijangkau.
Namun, suasana di lokasi pembangunan kini bercerita lain. Di sana, seragam loreng TNI melebur dengan pakaian warga tanpa sekat. Mereka membersihkan saluran air hingga merapikan sisa-sisa bangunan agar fasilitas tersebut segera bisa dimanfaatkan.
"TMMD bukan hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan dan jembatan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat," ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi. Menurutnya, inti dari program ini adalah meningkatkan kualitas hidup melalui fasilitas yang benar-benar dibutuhkan secara fungsional oleh warga.
Baca Juga:
Harapan dari Sumur Bor
Meskipun TMMD ke-128 juga mencakup pelebaran jalan sepanjang 1.500 meter, normalisasi parit, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), keberadaan MCK dan sumur bor dirasakan memiliki kedekatan emosional yang kuat.
Foto pengerjaan menunjukkan sebuah papan informasi hijau yang menegaskan lokasi tersebut sebagai titik ketiga pembangunan sumur bor di desa tersebut. Dari pipa-pipa dan tandon air inilah, harapan akan hidup yang lebih sehat mulai dialirkan ke rumah-rumah warga.
Pembangunan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah seringkali tidak dimulai dari megahnya gedung, melainkan dari ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memanusiakan warganya. Di Pasar Rawa, martabat itu kini mulai tumbuh seiring dengan kokohnya bangunan MCK yang baru berdiri.
Raih Prestasi, Dapat Reward 125 Siswa SMK Swasta Imelda Medan Kunjungi PT INALUM
Pendidikan
Medan, asatupro.com Posisi Petani kelapa sawit di Indonesia masih lemah sehingga sulit membangun kemitraan dengan perusahaan perkebunan se
Perkebunan
Medan, asatupro.com Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Diana Chalil, menilai proses Korpo
Perkebunan
Medan, asatupro.com Kemitraan antara perusahaan dan kelembagaan petani kelapa sawit didukung dan didorong sepenuhnya oleh Rumah Sawit Indo
Perkebunan
Aktivis Anti Judi dan Narkoba Desak Kapolri Kapolda Sumut Berantas Perjudian dan Narkoba di Sumut
Medan
Kapolsek Medan Timur Turun ke Sekolah, Seribuan Siswa SMK Imelda Dapat Peringatan Keras soal Tawuran, Narkoba hingga Judi Online
Pendidikan
Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Simak Profilnya
Nasional
DARAH BIRU MASA DEPAN TERANCAM GAB Desak Polda Sumut dan Interpol Libas Jaringan Internasional Vape "Getar" di Tanjungbalai
Peristiwa
Wapres Gibran Terkejut! Keluarga Pancurbatu Mengadu Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Tiga Keluarga Disebut Masuk DPO
Peristiwa
Menuju Mubes I, HBB Konsolidasikan Pandangan Tokoh Batak di Sumut
Nasional