Polresta Deli Serdang Tangkap Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu
Polresta Deli Serdang Tangkap Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu
Hukrim
Inspeksi dadakan itu justru memunculkan pertanyaan baru setelah temuan di lapangan berbeda dengan keluhan warga. Sebelumnya, warga Kelurahan Wek III, Umak Azzam Nasution, mengaku kesulitan membeli gas 3 Kg di pangkalan dekat rumahnya, Minggu 10 Mei 2026. Saat itu pihak pangkalan menyebut stok kosong. Pangkalan yang dimaksud warga diduga milik ASN yang bekerja di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padangsidimpuan.
Namun saat disidak, Daulat justru menemukan fakta berbeda. "Kemarin warga bilang kosong, tapi waktu kami datang masih ada sekitar 20 tabung tersedia," kata Daulat menjelaskan hasil sidak di pangkalan tersebut kepada Asatupro.com melalui pesan singkat, Senin (11/5/2026).
Daulat menegaskan, pihaknya sengaja membawa agen besar saat sidak agar kondisi bisa langsung dibuktikan. Meski menemukan 20 tabung, ia mengakui Pemerintah Kota Padangsidimpuan memiliki keterbatasan dalam pengawasan.
Baca Juga:
"Enggak mungkin kami tiap hari harus sidak. Kami enggak mampu harus sidak tiap hari, makanya perlu informasi dari kawan-kawan media biar ditanya kebenarannya," ujar Daulat.
Ia menambahkan, Bagian Ekonomi hanya dapat melakukan pengawasan secara berkala dan tidak memungkinkan melakukan inspeksi setiap hari ke seluruh pangkalan LPG yang ada di Kota Padangsidimpuan.
Pernyataan itu memantik perhatian publik, mengingat dalam beberapa hari terakhir masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh gas LPG subsidi 3 Kg. Selain langka, harga jual di tingkat pengecer juga disebut melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi Rp18.500, bahkan mencapai Rp35.000 per tabung.
Baca Juga:
Di tengah carut marut itu, dugaan penyebab kelangkaan mulai terkuak. Sumber Asatupro.com dari kalangan pengusaha LPG yang dirahasiakan namanya menyebut kondisi langka diduga mulai terasa ketika jatah distribusi gas LPG untuk wilayah Tapanuli Selatan mengalami pengurangan.
"Dah kucari info ternyata benar Tapsel dikurangi jatahnya. Biasanya Tapsel pemasok ke kota ini," beber sumber melalui pesan singkat, Minggu 10 Mei 2026.
Sumber tersebut menjelaskan, pihak-pihak yang selama ini berkecimpung dalam distribusi LPG lebih memahami pola masuknya pasokan gas ke Kota Padangsidimpuan.
"Kalau gas dari Tapsel masuk ke kota biasanya stok di Padangsidimpuan banjir. Tapi kalau distribusi itu tidak masuk, biasanya mulai terasa langka," ungkapnya.
Dengan adanya dua versi yang bertolak belakang antara keluhan warga dan hasil sidak Pemko, serta dugaan pemangkasan kuota dari Tapsel, publik meminta pemerintah serius memastikan ketersediaan stok tetap aman.
Masyarakat juga mendesak adanya pengawasan ketat terhadap pangkalan agar penyaluran gas subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu di tengah kesulitan warga memperoleh gas melon. (MN)
Polresta Deli Serdang Tangkap Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu
Hukrim
Jakarta, asatupro.com PTPN IV PalmCo bakal memaafkan dengan maksimal fasilitas pelayanan ekspor yang dikembangkan Kementerian Perdagangan
Perkebunan
Semarak HUT ke81 TNI, Ratusan Peserta Ikuti Open Turnamen Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI di Siantar
Olahraga
Pangdam I/BB Buka Turnamen Golf HUT ke81 TNI, Perkuat Sinergi Lintas Instansi di Sumatera Utara
Nasional
Delipark 5K Fun Run, Ajak Masyarakat Meriahkan Minggu Pagi di Medan
Lifestyle
Perkuat Soliditas, PD MIO Indonesia Karo Gelar Pertemuan Pengenalan Anggota di Sekretariat
Daerah
Banjir Bandang di Simanindo, Polsek Evakuasi 14 Warga Termasuk Seorang WNA
Peristiwa
DARI RING KARATE KE GARDA BELAWAN JEJAK KOMPOL JAN PITER NAPITUPULU, PERAIH EMAS PON YANG KINI PEGANG OPERASI POLISI
Sosok
Mengenal Darwin Simanjuntak Sosok Pengabdi Masyarakat Tanpa Sekat di Batam yang Didorong Maju ke DPD RI
Sosok
75 Tahun FH Unand, Wakil Jaksa Agung Soroti Tantangan Penegakan Hukum di Era Baru Peradilan Pidana
Pendidikan