Hadiri Ngopi Kebangsaan IKAL, Kapolda Aceh Ungkap Strategi Penanganan Bencana
Polri telah membangun 265 titik sumur bor di wilayah terdampak, terdiri dari 10 titik program Kapolri, 46 titik program Kapolda Aceh,
Daerah
Rahmat Shah pun mengatakan kita semua sepakat pada hari ini yel-yel tentang keadilan, kalau dikatakan Keadilan jawabnya Tegakkan. "Pada hari ini saya mohon izin semua bahwa kita sepakat sebut yel-yel bila dikatakan Keadilan lalu jawabnya Tegakkan. Banyak yang tanya saya kenapa abang aktif dan tetap awet muda. Saya jawab saya selalu berbuat yang terbaik dan membantu sesama kita," jelasnya.
Dikatakan pengusaha yang menerima ribuan penghargaan ini, bahwa kita jangan pelit informasi dan komunikasi serta kita harus membantu sesama. "Saya suka membantu orang dan menyatukannya baik itu tentang usaha, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya.Jadi harus ada kemampuan kita untuk meneggakkan keadilan dalam suasana apapun dan kita tidak pamrih," ujarnya lagi.
Baca Juga:
Rahmat Shah juga menguraikan bahwa ia berterima kasih atas doa dan motivasi semua pihak untuk bergerak memajukan bangsa dan negara. Kita tidak bisa kerja sendiri, kita harus bersama-sama dan menjalin kebersamaan. Sebagai manusia kita tak bisa lepas dari keadaan apapun bentuknya, maka kita harus saling mengingatkan bukan saling menjatuhkan. "Pesan saya buatlah kebaikan sekecil apapun kepada siapa pun dan dimana pun kita berada," ucapnya.
Baca Juga:
"Terima kaseh Pak Rahmat sebab monumen ini adalah simbol perjuangan untuk menegakkan keadilan," ujar Mahfud.
Lalu Mahfud pun bercerita bahwa ia mula pertama kenal Rahmat Shah berawal saat Rahmat Shah menggugat ke MK sebagai calon Anggota DPD saat itu Mahfud adalah Ketua MK. Dasar penuntutan adalah Rahmat Shah meminta keadilan bukan hanya sekadar hukum saja. "Padahal Rahmat Shah ada di urutan ke 4. Konsekuensinya kalau ia kalah maka gugur. Sampai dihitung ulang raihan suara Rahmat Shah meningkat naik ke peringkat 2," ujarnya mengenang itu.
Jadi kata Mhfud, keadilan itu menjadi suatu kepentingan apalagi di dalam negara. Kalau sudah adil berarti kita nyaman. Nyaman dari tidak adanya ancaman teror dan nyaman dari segalanya. Dalam UUD ada istilah adil. Pada pembukaannya kata adil sudah ada lima. Jadi keadilan itu adalah untuk membangun negara.
"Suatu saat monumen ini bagus untuk negara karena menegakkan keadilan sehingga kita memjadi nyaman mendapat pendidikan, pelayanan kesehatan dan lainnya. Sementara kalau keadilan sosial itu adalah tanggung jawab negara.
Menurut saya keadilan itu membuat rakyat aman dan nyaman. Pemerintah haus mengubah akses untuk mencapai itu," itu.
Usai sambutan kedua tokoh itu tadi, para tamu undangan photo dan makan siang bersama sembari silaturahmi dalam suasana Lebaran. Tampak hadir yang mewakili pemerintahan, dari Poldasu, Kodam I BB, Danlanud, MUI Medan dan Sumut, para alim ulama, PB ISMI, PB MABMI, PB GAMI, Palang Merah Indonesia, Pemuda Pancasila, para Rektor sejumlah universitas di Medan serta tamu undangan lainnya. rel/**
Polri telah membangun 265 titik sumur bor di wilayah terdampak, terdiri dari 10 titik program Kapolri, 46 titik program Kapolda Aceh,
Daerah
Video Pegawai PPPK Dinsos Lhokseumawe Berinisial TR Diduga Gunakan &ldquoPod Getar&rdquo, Publik Desak Pemeriksaan
Peristiwa
Bupati Dairi Tawarkan ILP Rp 300 Ribu, Pedagang Dilibatkan Mengawasi Kinerja PD Pasar 3 Bulan
Daerah
JELAS VIOLASI UU! Usut Tuntas Penimbunan Sungai dan Hutan Bakau di Tembesi Batam
Daerah
Medan, asatupro.com Provinsi Sumatra Utara (Sumut) adalah pelopor sekaligus industrialisasi perkebunan kelapa sawit sejak era kolonialisme
Perkebunan
Jakarta, asatupro.com Standar keberlanjutan atau sustanaility standard menjadi fondasi bagi PTPN III Subholding PTPN IV PalmCo dalam menja
Perkebunan
Jakarta, asatupro.com Ratusan unit perkebunan dan perusahaan kelapa sawit (PKS) milik PTPN III Subholding PTPN IV PalmCo berhasil meraih
Perkebunan
Sorotan Tajam Warga Langkat Kapolres AKBP Hannry P.H. Tambunan Dituntut Tegas Usut Legalitas THM New Star Bukit Lawang
Peristiwa
Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I III Resmi Dibuka
Daerah
Industri dari Indorayon Ke TPL, Konflik Tak Kunjung Selesai, Presedium Sebat Sutanto Tanoto Jangan Lepas Tanggung Jawab
Peristiwa