Sementara Prof Mahfud MD SH menyatakan terima kasihnya kepada Rahmat Shah atas peran membangun
Monumen Nasional Keadilan yang satu-satunya di Indonesia. Di dunia ada di New York yaitu Patung Liberti. Di Indonesia hanya ada di Medan yaitu
Monumen Nasional Keadilan yang dibangun Rahmat Shah.
"Terima kaseh Pak Rahmat sebab monumen ini adalah simbol perjuangan untuk menegakkan keadilan," ujar Mahfud.
Lalu Mahfud pun bercerita bahwa ia mula pertama kenal Rahmat Shah berawal saat Rahmat Shah menggugat ke MK sebagai calon Anggota DPD saat itu Mahfud adalah Ketua MK. Dasar penuntutan adalah Rahmat Shah meminta keadilan bukan hanya sekadar hukum saja. "Padahal Rahmat Shah ada di urutan ke 4. Konsekuensinya kalau ia kalah maka gugur. Sampai dihitung ulang raihan suara Rahmat Shah meningkat naik ke peringkat 2," ujarnya mengenang itu.
Jadi kata Mhfud, keadilan itu menjadi suatu kepentingan apalagi di dalam negara. Kalau sudah adil berarti kita nyaman. Nyaman dari tidak adanya ancaman teror dan nyaman dari segalanya. Dalam UUD ada istilah adil. Pada pembukaannya kata adil sudah ada lima. Jadi keadilan itu adalah untuk membangun negara.
Baca Juga:
"Suatu saat monumen ini bagus untuk negara karena menegakkan keadilan sehingga kita memjadi nyaman mendapat pendidikan, pelayanan kesehatan dan lainnya. Sementara kalau keadilan sosial itu adalah tanggung jawab negara.
Menurut saya keadilan itu membuat rakyat aman dan nyaman. Pemerintah haus mengubah akses untuk mencapai itu," itu.
Usai sambutan kedua tokoh itu tadi, para tamu undangan photo dan makan siang bersama sembari silaturahmi dalam suasana Lebaran. Tampak hadir yang mewakili pemerintahan, dari Poldasu, Kodam I BB, Danlanud, MUI Medan dan Sumut, para alim ulama, PB ISMI, PB MABMI, PB GAMI, Palang Merah Indonesia, Pemuda Pancasila, para Rektor sejumlah universitas di Medan serta tamu undangan lainnya. rel/**
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar