Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Batam,asatupro.com-Warga Perumahan Taman Anugerah, RW 13, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, mengecam keras aktivitas penimbunan Penyempitan aliran sungai dan kawasan hutan bakau di wilayah tempat tinggal mereka. Aktivitas yang telah berlangsung hingga Jumat (11/9/2026) ini memicu keresahan mendalam karena dinilai memperparah ancaman banjir saban hujan deras mengguyur.
Aliran sungai primer tersebut telah berfungsi sebagai drainase utama menuju laut sejak Perumahan Taman Anugerah didirikan pada 2004. Namun, area yang tadinya dipenuhi pohon bakau itu kini rata dengan tanah akibat Diduga aktivitas pematangan lahan (cut and fill) oleh oknum pengembang (developer).
"Kami heran kenapa aktivitas yang mempersempit parit besar ini bisa berjalan. Tanpa ditimbun saja kompleks kami sudah rawan banjir, apalagi kalau jalurnya dipersempit seperti ini," ujar pengurus lingkungan RW 13 Taman Anugerah, 11 September 2026 (B. Siahaan).
Hingga saat ini, pihak RT/RW setempat mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi maupun sosialisasi terkait identitas pengusaha atau pengembang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Baca Juga:
Aturan Ringkas Pelanggar: Ancam Pidana dan Denda Miliaran
Penyempitan, penimbunan, maupun penutupan saluran air primer dan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara sengaja merupakan pelanggaran hukum berat. Berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia dan Kota Batam, aktivitas semacam ini tidak berdasar secara hukum dan tidak memiliki celah izin:
UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air: Larangan keras melakukan kegiatan yang merusak prasarana sumber daya air atau mengganggu fungsi aliran air. Pelanggaran yang memicu banjir dapat dijerat hukuman pidana penjara serta denda hingga miliaran rupiah.
Baca Juga:
Perda Kota Batam No. 4 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Mengatur perlindungan kawasan resapan air dan lingkungan hidup dari pengrusakan sengaja.
Instruksi Wali Kota Batam: Larangan penutupan atau penyempitan drainase secara permanen untuk mendukung program normalisasi yang digalakkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.
Langkah penimbunan ini bertolak belakang dengan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang tengah gencar memperluas drainase induk guna menghentikan titik-titik banjir di Sagulung.
Warga mendesak instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk segera turun ke lokasi dan menghentikan proyek penimbunan sebelum dampak banjir menelan lebih banyak kerugian materiil bagi masyarakat sekitar. (Red/Tim)
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Lapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan Overcrowding
Daerah
Cek Jadwalnya! Penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I TA 2027 Dibuka, Gratis dan Bisa Daftar Pakai KTP Mana Saja
Nasional
Jakarta,asatupro.comKetua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menekankan pentingnya peran pers dalam mencerdaskan ke
Nasional
Ibu Rumah Tangga di Siak Ditemukan Tewas, Anak Kandung yang Merupakan Anggota Polri Diamankan
Hukrim
Operasi Perjudian Tembak Ikan Yepta Diduga Kebal Hukum Nekat Buka Kembali di Samping Sekolah Yapim Situngaling, Karo!
Hukrim
Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Daerah
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
AJUDAN Silaturahmi ke Kodim 0201 Medan, Perkuat Sinergi Berantas Judi dan Narkoba
Medan
Tujuh Tahun Beroperasi, SPBU Curang di Sergai Diungkap Polda Sumut Manajer dan Supervisor Ditahan
Hukrim