PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
Jakarta , asatupro.com Hampir seribu kantong darah berhasil dikumpulkan dalam aksi gelar donor darah yang digelar PTPN IV PalmCo di berba
Perkebunan
Medan,asatupro.com-Tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga Pendiri Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14, H.M Nezar Djoeli, menyoroti secara keras lambannya pemerintah pusat dalam menetapkan status darurat bencana atas banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Menurut Nezar, rangkaian bencana besar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir harus dipandang sebagai "cobaan sekaligus teguran" agar pemimpin negara lebih peka terhadap penderitaan rakyat.
"Ini teguran bagi pemimpin yang tidak adil kepada rakyatnya. Negara harus cepat tanggap melihat kondisi di berbagai provinsi. Sampai hari ini status darurat bencana belum juga dikeluarkan Presiden," ujar Nezar kepada media, Senin, (01/12/2025).
Nezar menilai pemerintah provinsi dan kabupaten/kota memiliki keterbatasan anggaran untuk penanganan darurat, sehingga diperlukan keputusan dari pemerintah pusat agar bantuan dan relokasi dapat segera digerakkan secara masif.
Baca Juga:
Ia menyinggung laporan-laporan dari masyarakat yang menunjukkan 10 kecamatan di Aceh Tamiang terisolasi, bahkan muncul kabar warga meninggal akibat kelaparan. Nezar menilai kondisi ini tidak boleh dianggap enteng.
"Di media sosial kita bisa lihat sendiri betapa banyak warga terjebak dan sangat membutuhkan bantuan. Negara harus hadir," tegasnya.
Nezar juga mengkritisi adanya informasi yang menyebut sebagian laporan warga di media sosial sekadar "panjat sosial", sehingga membuat keputusan pusat terhambat.
Baca Juga:
"Kalau ada yang memberi bisikan sesat kepada Presiden, itu bahaya. Presiden harus melihat langsung data dan fakta di lapangan." urainya.
Tuding Lemahnya Pengawasan Hutan
Nezar menyebut bencana ini tidak lepas dari kerusakan hutan akibat aktivitas perambahan, baik ilegal maupun berizin, sejak era pemerintahan terdahulu.
"Kita tidak menemukan kegiatan reboisasi yang nyata. Banyak hutan gundul. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan," katanya.
Ia bahkan menilai praktik-praktik pengelolaan hutan terindikasi "sistematis dan terstruktur" sehingga perlu evaluasi total.
Usulan Solusi: Inventarisasi Perusahaan hingga Reboisasi Berbasis Rakyat
Nezar menyampaikan beberapa langkah yang menurutnya perlu dilakukan pemerintah pusat:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus menginventarisasi seluruh perusahaan perambah hutan, baik berizin maupun tidak.
Pemeriksaan ketat koordinat wilayah kerja untuk melihat kesesuaian izin dengan kondisi lapangan. Cabut izin perusahaan yang melanggar dan lakukan penegakan hukum.
Program reboisasi wajib, namun pelaksanaannya diserahkan kepada masyarakat melalui kelompok masyarakat (Pokmas) dengan skema swakelola tipe 4, bukan oleh anak perusahaan pemegang izin. Perusahaan diwajibkan mendanai reboisasi di wilayah operasional mereka masing-masing.
"Berikan hak reboisasi itu kepada rakyat, bukan perusahaan. Masyarakat harus merasakan manfaat dari pemulihan lingkungan ini," ujar Nezar.
Ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menegaskan komitmen negara terhadap perbaikan lingkungan, bukan hanya retorika penghijauan yang berorientasi pada perdagangan karbon.
Ajak Presiden Bertindak Tegas
Menurut Nezar, Presiden Prabowo kini memiliki kesempatan besar menunjukkan kepedulian terhadap rakyat yang tertimpa bencana.
"Beliau seorang patriot, tidak lagi mengejar apa-apa selain pengabdian. Maka keputusan berani sangat ditunggu rakyat di tiga provinsi terdampak bencana ini." Nezarmenutup pernyataannya dengan harapan agar penderitaan rakyat segera teratasi dan negara benar-benar hadir dalam situasi darurat.
Jakarta , asatupro.com Hampir seribu kantong darah berhasil dikumpulkan dalam aksi gelar donor darah yang digelar PTPN IV PalmCo di berba
Perkebunan
Jakarta, asatupro.com Booth yang dikelola oleh teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI dari PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT) Trisakti dan
Perkebunan
Rektor UBT Beberkan Kronologi Polemik KIP Mahasiswa Asal NTT dan Kebijakan Beasiswa Internal Oleh Kampus
Pendidikan
LLDIKTI Sumut Dana KIP Langsung ke Kampus dan Mahasiswa, Bukan Dikelola Kami
Pendidikan
Banda Aceh,asatupro.comDirektur Konsorsium Hutan dan Sungai Aceh, Khairul Abrar IH, menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait legalis
Nusantara
Medan,asatupro.comKomandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menyambut kedatangan Bupati Deli Serda
Medan
Medan,asatupro.comKomandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menerima kunjungan silaturahmi dari Pi
Medan
Medan,asatupro.comProses panjang penanganan kasus video viral menyeret seorang perwira menengah Polda Sumatera Utara akhirnya berujung sank
Hukrim
Polres Tanah Karo Amankan Dua Mesin Tembak Ikan di Tiga Binanga, Diduga Milik Oknum TNI
Hukrim
Exploitation de l&rsquohomme par l&rsquohomme&rdquo DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Tuntut Penyelesaian Dugaan Perampasan Ha
Nasional