Minggu, 24 Mei 2026

OJK: Ada Potensi Sekaligus Ancaman di Balik Perkembangan Inovasi Teknologi Keuangan

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 29 November 2025 16:06 WIB
OJK: Ada Potensi Sekaligus Ancaman di Balik Perkembangan Inovasi Teknologi Keuangan
Dok. OJK
OJK menggelar sosialisasi "OJK Digital Financial Literacy" di kampus UMSU, Medan, Jumat (28/11/2025).
Medan, asatupro.com - Perkembangan teknologi membawa potensi yang sangat besar dalam mendorong inovasi di sektor keuangan serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap produk keuangan.

"Namun, di balik peluang tersebut, terdapat pula risiko yang harus diperhatikan," kata Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan keterangan resmi OJK yang diterima asatupro.com, Sabtu (29/11/2025), pernyataan itu dilontarkan Hasan Fawzi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)" di kampus UMSU Medan, Jumat (28/11/2025).

Saat itu Hasan Fawzi menyampaikan kata sambutan dalam acara "OJK Digital Financial Literacy" yang diikuti ratusan mahasiswa UMSU secara daring dan luring, Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien, serta Faisal sebagai Dekan Fakultas Hukum UMSU.

Baca Juga:

Perwakilan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dari 33 kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara (Sumut) juga turut menyimak kegiatan ini secara daring.

Kata Hasan Fawzi, resiko yang perlu diperhatikan itu seperti pergerakan harga yang sangat fluktuatif dan rentan dengan penyalahgunaan untuk tindak kejahatan.

Dia menegaskan, OJK sendiri konsisten mendorong peningkatan literasi keuangan digital di tingkat mahasiswa, termasuk dengan menyelenggarakan kegiatan OJK Digital Financial Literacy di kampus UMSU.

Baca Juga:

Oleh karena itu, Hasan Fawzi bilang, sangat penting bagi semua pihak, terutama kalangan mahasiswa, untuk betul-betul memahami dan mempelajari karakteristik, manfaat, dan risiko yang ada.

"Khususnya sebelum memutuskan untuk mengakses layanan keuangan digital. Dengan pemahaman yang memadai," pinta Hasan Fawzi.

Dia berharap para mahasiswa dapat memperoleh manfaat yang optimal dari aset keuangan digital, aset kripto, dan layanan keuangan digital lainnya.

Hasan Fawzi juga berharap melalui kegiatan Digital Financial Literacy para mahasiswa UMSU dapat lebih mengenal dan memahami inovasi keuangan digital yang berada di bawah pengawasan OJK.

Untuk selanjutnya, sambungnya lagi, diharapkan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan produk keuangan digital tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien mengajak para mahasiswa untuk merencanakan keuangan sejak dini dan menjadi investor yang bijak di era digital.

Khoirul Muttaqien lalu menyampaikan tiga pesan kunci agar para mahasiswa dapat menjadi calon digital human capital dan digital investor masa depan.


Pertama, bebernya, pahami produk dan layanan jasa keuangan yang akan digunakan sebelum berinvestasi. Kedua, ingat prinsip Legal dan Logis (2L) ketika berinvestasi.

"Ketiga, jadikan keahlian digital sebagai peluang karis, bukan hanya sarana spekulasi," kata Khoirul Muttaqien.

Lanjutnya, para mahasiswa juga dihimbau untuk berhati-hati terhadap kejahatan di sektor jasa keuangan, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

"Para mahasiswa juga dihimbau agar menghindari praktik judi daring atau online (judar/judol -red)," saran Khoirul Muttaqien.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum UMSU Faisal mengapresiasi program peningkatan literasi keuangan generasi muda terutama mahasiswa yang dilakukan oleh OJK.

"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas program kerja peningkatan literasi keuangan digital yang dilakukan oleh OJK," kata Faisal.

Selanjutnya, pihaknya menghimbau agar seluruh mahasiswa sebagai peserta kegiatan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.


"Diharapkan ilmu yang diperoleh tidak hanya berguna bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen literasi di lingkungannya," kata Faisal.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula temuwicara atau talkshow bertema "Aset Kripto dan Perkembangan Inovasi Keuangan Digital di Indonesia", dengan narasumber Ketua Career Development and Alumni Center (CDAC) UMSU Sukma Lesmana.

Kemudian, Wakil Kepala Eksekutif Aset Digital dan Kripto, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Jodhi A. Sardjono, dan Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital (GIKD) OJK Ludy Arlianto.

Temuwicara ini memberikan wawasan mengenai tren aset digital, pengembangan aset kripto berbasis syariah, serta arah kebijakan OJK dalam memperkuat ekosistem inovasi keuangan digital di Indonesia.

Melalui acara "OJK Digital Financial Literacy", OJK berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukasi dan mendorong literasi keuangan digital di berbagai wilayah Indonesia.




OJK berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital yang bijak dan aman, tetapi juga berperan sebagai inovator dalam membangun masa depan sektor keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga Ditutup-Tutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
Kepala BNN Kota Binjai Terima Kunjungan Silaturahmi Wartawan Gabungan Sumut
Reses III Tahun Sidang 2025-2026 DPRD Sumatera Utara Luhut Simanjuntak,SE di Desa Bintang Mersada Kabupaten Dairi
BEM Sumut Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Lapas Kelas I Medan
komentar
beritaTerbaru