Prabowo Copot Kepala BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik Sudaryati Deyang
Prabowo Copot Kepala BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik Sudaryati Deyang
Nasional
Tanah Karo,asatupro.com-Praktik perjudian jenis dadu kopiok dan mesin tembak ikan dilaporkan masih marak beroperasi di wilayah Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, meski telah berulang kali disorot media dan dikeluhkan masyarakat, kegiatan tersebut tetap berlangsung seolah kebal hukum.
Dua lokasi yang disebut masih aktif yakni kawasan Lau Rakit dan Kerangen Boys. Warga menyebut aktivitas perjudian tersebut berlangsung terang-terangan, bahkan di tengah Bulan Suci Ramadhan.
Sejumlah tokoh masyarakat Tanah Karo mendesak Kapolda Sumatera Utara Whisnu Hermawan Febrianto dan Dirkrimum Polda Sumut Ricko Taruna Mauruh agar segera menindak kegiatan tersebut dan memberikan sangsi tegas kepada Kapolsek Payung karena diduga membiarkan praktik perjudian tersebut tetap berjalan.
Desakan itu dilaporkan langsung melalui pesanan singkat WhatsApp ke Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Febrianto dan Dirkrimum Polda Sumut.
Baca Juga:
Berdasarkan keterangan sumber yang namanya tak mau disebut mengungkapkan, dugaan oknum Polsek Payung disebut-sebut turut menerima setoran hingga Rp7 juta per minggu dari masing-masing lokasi perjudian.
Hal itulah yang menjadi alasan kuat mengapa lokasi judi yang dikelola bandar berinisial US, BA, serta yang dikenal dengan sebutan "Raja Judi" dan "Ratu Judi" tetap beroperasi tanpa hambatan.
"Sudah puluhan kali diberitakan media, tapi tidak pernah ditutup permanen. Setiap kali mau dirazia, informasinya bocor duluan," ujar salah satu warga Tiganderket yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media.
Baca Juga:
Sumber juga mengungkap dugaan adanya skenario pengaburan fakta dilapangan, dimana media memberitakan praktik perjudian, aparat disebut datang hanya untuk dokumentasi, sementara mesin dan meja judi telah lebih dulu dipindahkan.
"Begitu ada kabar polisi mau rajia, alat-alat judi langsung diangkat. Setelah itu, dibuat seolah-olah tidak ada aktivitas perjudian," ungkap sumber tersebut.
Masyarakat menilai kondisi ini mencederai upaya penegakan hukum serta melukai nilai-nilai kesucian Ramadan. Mereka meminta Polda Sumut turun langsung melakukan operasi tanpa pemberitahuan serta memeriksa dugaan aliran uang setoran dari para bandar.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Payung belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
Prabowo Copot Kepala BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik Sudaryati Deyang
Nasional
Bupati Dairi Sampaikan Nota Pengantar Ranperda RTRW Dairi Tahun 20262046
Daerah
Masifnya Patroli, Ciptakan Rasa Aman Bagi Warga Kota Medan
Medan
Penyuluhan BINKOM, Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 0206/Dairi
Daerah
Diduga Tak Kantongi Izin PBG, Aktivitas Pembangunan Gudang PT SBP Terus Berlanjut, Pemko Medan Diminta Bertindak Tegas
Medan
Kemana Mengalir Selama Ini?? KCBI Minta DPRD Karo Usut Retribusi Pos Daulu, Dugaan Korupsi Mulai Mengemuka
Daerah
Pererat Silahturahmi, JAGUAR TACTICAL INDONESIA (PERBAKIN SIMALUNGUN) Latihan Menembak Bersama Jajaran Perwira Brigif TP 36/HM dan Batalyon
Daerah
Raih WTP 13 Kali Berturutturut, DPW HARI SUMUT Soroti Dugaan Masalah Proyek Rp67,8 Miliar di PUTR Labusel, Siap Lapor ke Kejati Sumut
Hukrim
KPKM RI Layangkan Surat Klarifikasi PBJTTL ke Bupati Dairi, Diterima Tata Usaha Setda
Daerah
Satres Narkoba Polres Padang Lawas Tangkap Dua Terduga Pengedar Ganja, Ratusan Gram Barang Bukti Disita
Hukrim