Rabu, 03 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Dapat Restu Dari Polsek Payung, Lokasi Judi di Lau Rakit dan Kerangen Boys Kembali Ramai di Bulan Ramadhan

Redaksi - Sabtu, 21 Februari 2026 18:18 WIB
Dapat Restu Dari Polsek Payung, Lokasi Judi di Lau Rakit dan Kerangen Boys Kembali Ramai di Bulan Ramadhan
Kantor Polsek Payung Jalan Singarimbun, Desa Tiganderket, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo.

Tanah Karo,asatupro.com-Praktik perjudian jenis dadu kopiok dan mesin tembak ikan dilaporkan masih marak beroperasi di wilayah Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, meski telah berulang kali disorot media dan dikeluhkan masyarakat, kegiatan tersebut tetap berlangsung seolah kebal hukum.

Dua lokasi yang disebut masih aktif yakni kawasan Lau Rakit dan Kerangen Boys. Warga menyebut aktivitas perjudian tersebut berlangsung terang-terangan, bahkan di tengah Bulan Suci Ramadhan.

Sejumlah tokoh masyarakat Tanah Karo mendesak Kapolda Sumatera Utara Whisnu Hermawan Febrianto dan Dirkrimum Polda Sumut Ricko Taruna Mauruh agar segera menindak kegiatan tersebut dan memberikan sangsi tegas kepada Kapolsek Payung karena diduga membiarkan praktik perjudian tersebut tetap berjalan.

Desakan itu dilaporkan langsung melalui pesanan singkat WhatsApp ke Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Febrianto dan Dirkrimum Polda Sumut.

Baca Juga:

Berdasarkan keterangan sumber yang namanya tak mau disebut mengungkapkan, dugaan oknum Polsek Payung disebut-sebut turut menerima setoran hingga Rp7 juta per minggu dari masing-masing lokasi perjudian.

Hal itulah yang menjadi alasan kuat mengapa lokasi judi yang dikelola bandar berinisial US, BA, serta yang dikenal dengan sebutan "Raja Judi" dan "Ratu Judi" tetap beroperasi tanpa hambatan.

"Sudah puluhan kali diberitakan media, tapi tidak pernah ditutup permanen. Setiap kali mau dirazia, informasinya bocor duluan," ujar salah satu warga Tiganderket yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media.

Baca Juga:

Sumber juga mengungkap dugaan adanya skenario pengaburan fakta dilapangan, dimana media memberitakan praktik perjudian, aparat disebut datang hanya untuk dokumentasi, sementara mesin dan meja judi telah lebih dulu dipindahkan.

"Begitu ada kabar polisi mau rajia, alat-alat judi langsung diangkat. Setelah itu, dibuat seolah-olah tidak ada aktivitas perjudian," ungkap sumber tersebut.

Masyarakat menilai kondisi ini mencederai upaya penegakan hukum serta melukai nilai-nilai kesucian Ramadan. Mereka meminta Polda Sumut turun langsung melakukan operasi tanpa pemberitahuan serta memeriksa dugaan aliran uang setoran dari para bandar.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Payung belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemana Mengalir Selama Ini?? KCBI Minta DPRD Karo Usut Retribusi Pos Daulu, Dugaan Korupsi Mulai Mengemuka
Satres Narkoba Polres Padang Lawas Tangkap Dua Terduga Pengedar Ganja, Ratusan Gram Barang Bukti Disita
Judi Tembak Ikan GBM 99 Menjamur di Medan Utara, Warga Resah Diduga Ada Beking Kuat dan Minta Polisi Bertindak!
Sterilisasi Total Detasemen Gegana Brimob Sumut, Ibadah Waisak di Medan Berlangsung Aman dan Khidmat
Berikan Rasa Aman Seluruh Warga Medan Ucapkan Terimakasih kepada Brimob Poldasu
GPSU Minta Kapolda Sumut Evaluasi Kinerja Kapolresta Deli Serdang dan Jajarannya Akibat Maraknya Perjudian Tembak Ikan di Deli Serdang
komentar
beritaTerbaru