Sabtu, 25 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Tampil di FEB USU, Ini yang Dilakukan Kepala BPS Indonesia

Redaksi - Jumat, 22 Agustus 2025 10:27 WIB
Tampil di FEB USU, Ini yang Dilakukan Kepala BPS Indonesia
Dok. BPS Sumut
Kepala BPS Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti berbicara di kampus FEB USU.
Medan, asatupro.com – Tampil di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Kamis (21/8/2025), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, melakukan sejumlah hal yang sangat produktif.

Pertama, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan kuliah umum yang dihadiri oleh para mahasiswa, dan dosen di lingkungan FEB USU dan dari sejumlah universitas di Medan.

Hadir juga Sekretaris ISEI Pusat Firman Sihol Parningotan, Kepala BPS Sumut Asim Saputra, Wakil Rektor III USU Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, perwakilan OJK Sumut, LPS I, Kadin Sumut.

Yang kedua, pada kesempatan yang sama, dalam acara itu Amalia Adininggar Widyasanti
melantik Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Medan Koordinator Sumatera Utara (Sumut) periode 2025-2028.

Baca Juga:

Dalam kuliah umum tersebut, Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa lembaga statistik negara tidak boleh bekerja hanya mengandalkan survei ataupun sensus.


Baca Juga:

Tetapi, kata dia, harus menuju kepada pemanfaatan big data hingga menggunakan data data administrasi lebih banyak. Hal ini nanti akan bisa mengimbangi perubahan perilaku.

Jadi, ujarnya, data dikroscek antara survei dengan data administrasi, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat. Cara ini merupakan arahan dari pertemuan tingkat dunia.

"(Dalam menyajikan data) kami tidak mau bekerja hanya konvensional. Ini juga yang diarahkan oleh pertemuan National Statistics Office," beber Amalia Adininggar Widyasanti.

"Baik di tingkat OECD atau Organization for Economic Co-operation and Development maupun di UN atau United Nations atau Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)," kata Amalia Adininggar Widyasanti.

Sebab, tuturnya lebih lanjut , BPS rutin ikut dan masuk dalam UN Statistics Division, serta aktif ikut di dalam pertemuan National Statistics Office se OECD dan berbagai pertemuan kepala National Statistics Office.


Dia menyebutkan dalam menghasilkan big data salah satunya pertumbuhan ekonomi, BPS menggunakan tools atau peralatan yang juga digunakan oleh para ekonom.

Namun dalam hal ini, ucapan Amalia Adininggar Widyasanti, BPS Indonesia hanya menghitung pertumbuhan ekonomi bukan melakukan proyeksi.

"BPS bukan merupakan lembaga yang melakukan proyeksi. BPS adalah lembaga yang melakukan perhitungan sesuai data yang dikumpulkan di lapangan," kata dia.

Jadi, sambungnya lagi, menghitung, mengukur (pertumbuhan ekonomi), itu beda dengan melakukan proyeksi," sebutnya.


Begitu pula dalam menghitung PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan PDB (Produk Domestik Bruto).


"Kita juga menghitung PDRB di seluruh 38 provinsi. Kemudian, dilihat angka sementaranya dari PDB Nasional.

Untuk menghitung PDB, BPS menggunakan 1.058 variabel. Selain itu, dilakukan pula survei serta data data dari kementerian atau lembaga hingga hasil sensus juga digunakan sebagai pembanding.

Seperti survei tingkat hunian kamar hotel, untuk menghitung yang di dalam pariwisata. Kami juga menghitung jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Kemudian, survei industri besar-sedang, survei produksi padi setiap bulan, produksi jagung dan lain sebagainya," papar Amalia.

Dalam kuliah umumnya, Ketua Bidang II Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini juga menyampaikan materi terkait perkembangan ekonomi Indonesia di tengah kondisi ketidakpastian global.


Di samping itu, materi tentang pergeseran pola belanja masyarakat Indonesia hingga angka kemiskinan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Inflasi di Sumut Masih Tinggi, BPS Ungkap Penyebabnya
Inflasi di Sumut Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi
BUMD Jakarta, BPS, dan KADIN Sumut Lakukan Pertemuan
Mantan Ibukota Sumut Ini Alami Inflasi Tertinggi pada Februari 2025
Sensus Ekonomi Pertanian yang Digelar BPS Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sumut
BPS Sumut Gelar FGD, Sukseskan Pendataan Sensus Ekonomi Tahun 2026
komentar
beritaTerbaru