"Kita juga menghitung PDRB di seluruh 38 provinsi. Kemudian, dilihat angka sementaranya dari PDB Nasional.
Untuk menghitung PDB, BPS menggunakan 1.058 variabel. Selain itu, dilakukan pula survei serta data data dari kementerian atau lembaga hingga hasil sensus juga digunakan sebagai pembanding.
Seperti survei tingkat hunian kamar hotel, untuk menghitung yang di dalam pariwisata. Kami juga menghitung jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.
Baca Juga:
Kemudian, survei industri besar-sedang, survei produksi padi setiap bulan, produksi jagung dan lain sebagainya," papar Amalia.
Dalam kuliah umumnya, Ketua Bidang II Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini juga menyampaikan materi terkait perkembangan ekonomi Indonesia di tengah kondisi ketidakpastian global.
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar