Minggu, 03 Mei 2026

Inflasi di Sumut Masih Tinggi, BPS Ungkap Penyebabnya

Hendrik Hutabarat - Selasa, 04 November 2025 10:47 WIB
Inflasi di Sumut Masih Tinggi, BPS Ungkap Penyebabnya
Hendrik
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, memaparkan inflasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk periode Oktober 2025.
Medan, asatupro.com - Inflasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada periode Oktober 2025 terhitung tinggi, walau masih sedikit lebih rendah dari periode September atau sebulan sebelumnya yang saat itu tercatat sebesar 5,32 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111,11.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra, dalam paparan resminya di Gedung BPS Sumut Jalan Asrama, Medan, Senin (3/11/2025), menyebutkan inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) pada Oktober 2025 tercatat sebesar 4,97 persen.

"Dengan IHK sebesar 110,89," papar Asim Saputra secara daring dan luring dan dihadiri langsung oleh Pimpinan Wilayah (Pimwil) Badan Urusan Logistik (BULOG) Sumut, Budi Cahyanto.

"Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 6,24 persen dengan IHK sebesar 111,50," ungkap Asim Saputra.

Baca Juga:

"Kemudian, inflasi terendah terjadi di kota Medan sebesar 4,28 persen dengan IHK sebesar 109,91," tutur Asim Saputra lebih lanjut.

Disebutkannya, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran.


Baca Juga:

"Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,58 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,31 persen," ujarnya lagi.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,79 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,06 persen.

Di samping itu, kelompok transportasi sebesar 1,48 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen,

Demikian juga inflasi terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,70 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,82 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,57 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,03 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun sebesar 0,38 persen.


Menurutnya, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada Oktober 2025 antara lain, cabai merah, emas perhiasan, ikan dencis, beras, bawang merah.

"Ada juga ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, daging ayam ras, wortel, kelapa, serta di kebutuhan pendidikan atau akademi atau perguruan tinggi," sambung Asim Saputra kembali.

Selain itu juga pada ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, cabai hijau, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret kretek tangan (SKT).

"Plus minyak goreng, pemeliharaan atau service, telur ayam ras, mie, kontrak rumah, dan kentang," tambah Asim Saputra.

Sementara, tingkat deflasi bulanan atau month to month (mtm) Provinsi Sumut Oktober 2025 tercatat sebesar 0,20 persen dan tingkat inflasi year-to-date (ytd) sebesar 3,39 persen

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi mtm pada Oktober 2025 antara lain, bawang merah, cabai rawit, beras, cabai hijau, kacang panjang, kol putih/kubis, sawi putih/pecay/pitsai.


Kemudian daging ayam ras, buncis, sawi hijau, ikan lele, jengkol, angkutan udara, terong, ikan dencis, ketimun, labu siam/jipang, daun bawang, minyak goreng dan pengharum cucian/pelembut.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dibimbing BPS, Ratusan Mahasiswa Statistik Data Wilayah Terdampak Bencana Alam
Tandatangani MoU, Kementerian ESDM dan BPS Sepakati Penyediaan Data Penerima Subsidi Sektor Energi
Terungkap Penyebab Lonjakan Inflasi Sumut September 2025, Pengamat Sarankan Begini!
Inflasi di Sumut Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi
BUMD Jakarta, BPS, dan KADIN Sumut Lakukan Pertemuan
Tampil di FEB USU, Ini yang Dilakukan Kepala BPS Indonesia
komentar
beritaTerbaru