Polres Karo Bungkam: Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi Terang-Terangan
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
Tapanuli Tengah,asatupro.com-Tokoh pemuda Tapanuli Tengah, Erik Firmansyah Pasaribu, memberikan apresiasi tinggi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dinilai bekerja optimal menyerap aspirasi dan permasalahan masyarakat. Menurutnya, DPRD telah menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan baik.
"DPRDTapteng patut diapresiasi karena telah menunjukkan kinerja yang baik dan cepat tanggap terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat," ujar Erik, Sabtu (30/8).
Erik menegaskan DPRDTapteng sepenuhnya mendukung program Bupati Masinton Pasaribu, termasuk kebijakan open bidding, peningkatan kesejahteraan pegawai, reformasi birokrasi, dan pemberantasan destructive fishing. Namun, ia menyayangkan sikap Bupati Masinton yang dinilai kurang membangun komunikasi dengan DPRD.
"Dalam beberapa rapat penting DPRD, Bupati Tapteng sering tidak hadir. Saya jadi bertanya, sebenarnya beliau kepala daerah atau anggota DPR?," sindir Erik.
Baca Juga:
Erik membeberkan sejumlah agenda penting yang tak dihadiri Bupati Masinton, di antaranya rapat paripurna mendengarkan pidato Presiden Prabowo, rapat pembahasan RPJMD, hingga RDP. Bahkan dalam beberapa kesempatan, rapat DPRD hanya dihadiri OPD dan perangkat kelurahan.
Lebih lanjut, Erik juga mengkritisi konser yang digelar Pemkab Tapteng dengan anggaran sebesar Rp3 miliar tanpa persetujuan DPRD. "Seharusnya setiap anggaran besar dibahas dan disetujui legislatif terlebih dahulu. Ini jelas bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo tentang efisiensi anggaran," tegasnya.
Erik mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan DPRD sebagai mitra sejajar kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia pun mempertanyakan realisasi slogan "Tapteng Naik Kelas" yang diusung Bupati Masinton.
Baca Juga:
"Naik kelas dalam hal apa? Sampai sekarang belum ada pembangunan maupun kebijakan nyata. Program beasiswa malah dihentikan, sementara masalah daerah banyak yang belum terselesaikan. Bupati pun lebih sering berada di luar kota," ungkapnya.
Tokoh muda itu juga menuntut Bupati Masinton Pasaribu menepati janji kampanye, seperti pembangunan eskalator, rumah sakit, lahan untuk Lapas Kelas III Barus, serta peningkatan akses kesehatan.
"Semoga semua janji kampanye segera terealisasi agar masyarakat benar-benar merasakan pemerataan pembangunan, bukan sekadar slogan," tutup Erik Pasaribu.
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
Polda Sumut Ungkap Dugaan Selama Tujuh Tahun Beroperasi Permainan Takaran BBM di SPBU Sergai, Manajer dan Supervisor Ditahan
Hukrim
KPK Panggil Ulang Tersangka Baru Korupsi Proyek Jalan Sumut yang Mangkir
Hukrim
14 Hari ke Depan, Polisi Kedepankan Edukatif dan ETLE di Operasi Patuh Toba 2026
Daerah
Judi Tembak Ikan Marak Kembali di Tanah Karo, Diduga Melibatkan Oknum Aparat dan Warga Sipil
Hukrim
Robby Barus Pimpin PODSI Medan 2026&ndash2030, Bidik Atlet Tembus Pelatnas
Olahraga
Ada Apa dengan HS? Mengapa Banyak Akun Bodong Sibuk Membangun Opini Negatif?
Peristiwa
Bupati Dairi Ajak HIMPAK Lestarikan Budaya Jangan Hanya Dirayakan, Tapi Dijalani
Daerah
Proyek Pemeliharaan Berkala BBWS Sumatera II Dikampung Masjid, Labura Disorot, Tanah Galian Diduga Diperjualbelikan, APH Didesak Turun Tanga
Hukrim
Wujud Kepedulian Sosial, Golkar Sumut Bagikan 2.500 Paket Sembako dan Gelar Donor Darah
Politik