Diungkapkannya, Kabupaten Bangka sudah dua tahun berturut ini mendapatkan
DBH Kelapa Sawit.
"Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan sekitar Rp20 miliar dan terbesar untuk di Provinsi Kepulauan Babel, karena luasan kebun kelapa sawit di Kabupaten Bangka saat ini terluas di Provinsi Kepulauan Babel," kata Syarli.Diharapkannya, Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan (
KSB) harus disusun sebaik mungkin agar bisa menjadi pedoman bagi masyarakat Kabupaten Bangka yang memiliki kepentingan dalam perkebunan kelapa sawit ini."Adanya
DBH Kelapa Sawit ini juga muncul akibat masukan dari organisasi Apkasindo kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan agar membagikan
DBH Kelapa Sawit kepada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota penghasil kelapa sawit," ujar Syarli.
Baca Juga:

Sedangkan Sekretaris Apkasindo Kabupaten Bangka, Edwardi, ST mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pemkab Bangka yang sudah mengajak masyarakat, khususnya para petani untuk bisa memberikan usulan atau masukan dalam penyusunan RAD
KSB ini."Para petani kelapa sawit sangat mengharapkan dari program
DBH Kelapa Sawit ini bisa digunakan untuk membangun Jalan Usaha Produksi di 8 kecamatan agar memperlancar mobil lansir dalam mengangkut hasil panen, karena program JUP ini dirasakan sangat memberikan manfaat langsung bagi para petani," katanya.
Baca Juga:
Ditambahkannya, selain itu petani juga mengharapkan agar program Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) agar dilaksanakan, sehingga pemerintah daerah memiliki data pasti luasan kebun kelapa sawit petani rakyat atau mandiri."Dengan adanya STDB ini pemerintah daerah juga diuntungkan karena pemilik kebun bisa ikut membayarkan
PBB perkebunan untuk membantu
PAD," ujarnya.Dilanjutkannya, untuk Program
BPJS Naker ataupun
BPJS Kesehatan bagi para pekerja atau buruh kebun kelapa sawit rakyat agar bisa direalisasikan sesuai dengan kenyataan dan data yang benar, jangan sampai malah digunakan oleh orang yang tidak ada hubungan dengan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat.
"Untuk program
ISPO, ada baiknya setiap
PKS yang ada di Kabupaten Bangka menjadi bapak asuh bagi para petani kelapa sawit rakyat terutama yang menjadi binaan dari
PKS tersebut, karena biaya untuk program sertifikasi
ISPO ini sangat mahal bila dilakukan secara mandiri," imbuhnya. (EDW)
Tags
beritaTerkait
komentar