Sistem ini, ujarnya, memadukan tiga komponen utama, yaitu flow sensor yang memantau dan mengukur debit aliran muatan secara presisi saat pengisian maupun pembongkaran CPO.
Kemudian level sensor yang mengukur ketinggian dan persentase volume volume CPO di dalam tangki guna mendeteksi jika terjadi pengurangan muatan secara mendadak.
Serta GPS Tracking yang melacak koordinat lokasi dan pergerakan armada tangki secara akurat dari titik keberangkatan hingga tujuan.
"Data dari ketiga sensor itu diintegrasikan langsung ke dalam sebuah dashboard digital yang dapat dipantau oleh manajemen logistik kapan saja dan di mana saja," katanya.
Baca Juga:
Asta Cita dan Target SDGs
Yang tidak kalah menariknya, Abud Jabidi mengatakan bahwa Inovasi SD2MT CPO ciptaannya itu tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.
"Tetapi juga sejalan dengan agenda strategis nasional dan global, yakni Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke-2 dan ke-5," ucapnya kembali.
Yaitu berkontribusi langsung dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional dengan meningkatkan efisiensi dan mengamankan nilai tambah rantai pasok industri sawit serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional berbasis teknologi.
Baca Juga:
Di samping itu, dia juga bilang inovasi SD2MT selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke-9 dan ke-12.
"Tujuan SDG's ke-9 yakni Industry, Innovation, and Infrastructure adalah mendorong inovasi teknologi dan modernisasi infrastruktur industri sawit," urainya.

"Sementara tujuan SDG's ke-12 adalah
Responsible Consumption and Production, yakni menjamin efisiensi produksi dan meminimalkan hilangnya sumber daya (resource loss) selama proses distribusi," tambahnya lagi.
Tags
beritaTerkait
komentar