Tunda Panen Demi Mutu, Bisnis Kopi Tetap Cetak LabaSelanjutnya di luar komoditas utama kelapa sawit, manajemen
PTPN IV PalmCo juga mengambil kebijakan teknis yang cukup strategis pada portofolio bisnis kopi mereka.
Pada semester pertama ini, perusahaan memutuskan untuk menunda sebagian jadwal panen kopi akibat faktor pergeseran iklim.
Langkah ini diambil guna menjaga standar kualitas specialty grade dan memastikan kematangan biji kopi (petik merah) sepenuhnya memenuhi spesifikasi pasar premium.
Meski terdapat penyesuaian jadwal panen yang berdampak pada volume, lini bisnis kopi tetap berkontribusi positif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,49 miliar di pertengahan tahun ini.
Baca Juga:
"Keputusan menunda panen kopi adalah bukti nyata komitmen kami terhadap filosofi kualitas di atas kuantitas," kata Jatmiko.
Pihaknya ingin mempertahankan kepercayaan tinggi dari para pembeli terhadap mutu kopi PTPN.
"Dan terbukti, langkah manajemen yang mengedepankan integritas produk ini tetap mampu memberikan kontribusi laba bagi perseroan," jelasnya.
Baca Juga:
Memasuki sisa tahun 2026, PTPN IV PalmCo berencana mempercepat program pemupukan dengan memanfaatkan ketersediaan stok di gudang dan pasokan yang akan didistribusikan pada Semester II.
Perusahaan juga menegaskan komitmen keberlanjutannya dalam mendukung ketahanan energi nasional, salah satunya dengan memastikan pasokan bahan baku secara konsisten untuk pengembangan renewable biogasoline.
Tidak hanya pada kebun inti, perusahaan juga terus menggesa program peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produksi dan produktivitas CPO nasional.
Tags
beritaTerkait
komentar