Diduga Gudang "Siong" Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu "Setoran" ke APH Mencuat
Diduga Gudang "Siong" Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu "Setoran" ke APH Mencuat
Hukrim
Ketiga lembaga itu adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), serta pelaksananya adalah PT Citra Widya Education (CWE).
Sebagai lembaga penyelenggara pelatihan pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit, momen ini dimaksimalkan secara masif oleh PT CWE, apalagi didukung penuh oleh Ditjenbun dan didanai oleh BPDP.
Dari keterangan resmi yang diperoleh media, Selasa (14/7/2026), disebutkan bahwa kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Palu mulai 6–11 Juli 2026 lalu, dan 155 petani sawit Morowali Utara yang mengikuti acara ini terbagi ke dalam 5 angkatan pelatihan.
Baca Juga:
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Direktur Utama PT CWE, Ir. St. Nugroho Kristono, M.T., Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Morowali Utara, yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan (Kabudbun) Nursyamsa Patalolo, S.P., serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sulteng, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M.
Turut hadir seluruh peserta pelatihan yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Morowali Utara, terdiri atas 128 peserta laki-laki dan 27 peserta perempuan.
Pembukaan pelatihan ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Kepala Disbunnak Sulteng, didampingi oleh Direktur Utama PT CWE dan Kabidbun Distanpang Morowali Utara.
Baca Juga:
Prosesi tersebut menandai dimulainya secara resmi Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I hingga Angkatan V.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM perkebunan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang baik atau good agricultural practices (GAP).
Selama empat tahun terakhir, ujarnya, PT CWE secara konsisten dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelatihan oleh Ditjenbun dengan dukungan pendanaan dari BPDP.
Nugroho juga bilang, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan produktivitas antara perkebunan yang dikelola perusahaan dengan perkebunan rakyat.
Oleh karena itu, kata dia, peningkatan kompetensi petani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan pekebun.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
"Pencapaian tersebut menjadi bukti pentingnya peran pemerintah, perusahaan, dan petani dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri kelapa sawit nasional," ucap Nugroho.
Selain berperan sebagai penghasil bahan baku pangan dan berbagai produk kesehatan, ujarnya, kelapa sawit juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan melalui implementasi program biodiesel B50.
Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas perkebunan rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari para praktisi dan narasumber yang berasal dari berbagai perusahaan perkebunan nasional.
PT CWE, kata Nugroho, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para petani setelah pelatihan selesai.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu petani dalam menerapkan hasil pelatihan dengan praktik budidaya yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Muhammad Neng, mengapresiasi PT CWE, BPDP, dan Ditjenbun, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya kelapa sawit sesuai standar GAP sehingga produksi tandan buah segar dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Morowali Utara dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan karena merupakan daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Sulteng, yaitu lebih dari 38.000 hektar (Ha), yang terdiri atas perkebunan perusahaan, plasma, dan perkebunan rakyat.
Kabupaten ini juga memiliki lima pabrik kelapa sawit yang menjadi penunjang utama industri sawit di wilayah tersebut.
Potensi tersebut menjadikan peningkatan kapasitas petani sebagai langkah penting dalam mendukung pembangunan perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, diharapkan para petani mampu meningkatkan kompetensi, menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas kebun masing-masing.
Diduga Gudang "Siong" Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu "Setoran" ke APH Mencuat
Hukrim
DPP HARI Soroti Keracunan Massal Siswa di Sidoarjo, Desak Kepala BGN Benahi Standar Higienitas Dapur SPPG
Nasional
Medan,asatupro.comKandidat Ketua Umum MD KAHMI Medan, Ansor Harahap mengatakan dirinya siap merawat nilainilai rumah besar KAHMI jika terp
Medan
Bobby Sihite Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses atas Amanah Baru AKBP Marganda Aritonang dan AKBP Sah Udur Sitinjak
Daerah
Diduga Pukul 10 Murid karena PR, Guru SD Negeri di Medan Mengundurkan Diri
Peristiwa
Medanasatupro.comKetua Umum HMI Komisariat FIB USU periode 20052006 Ansor Harahap, S.Sos menyatakan diri siap memimpin MD KAHMI Medan per
Medan
Aduan Asap Cerobong PT LSP, Anggota DPRD Siak Jondris Pakpahan Turun Langsung ke Lapangan
Daerah
Penanganan Bencana, Ombudsman RIKolaborasi dan Pengawasan Menjadi Kunci
Nasional
Wakil Bupati Dairi Evaluasi Ketat Dapur SPPG, Pastikan MBG Layak dan Aman untuk Siswa
Daerah
Pemkab Dairi Gelar Apel Kendaraan Dinas, Teguran Disiapkan untuk Aset yang Menunggak Pajak
Daerah