Dalam sambutannya,
Stefanus Nugroho Kristono menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit nasional melalui peningkatan kualitas SDM.
Selama empat tahun terakhir, ujarnya, PT CWE secara konsisten dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelatihan oleh Ditjenbun dengan dukungan pendanaan dari BPDP.
Nugroho juga bilang, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan produktivitas antara perkebunan yang dikelola perusahaan dengan perkebunan rakyat.
Oleh karena itu, kata dia, peningkatan kompetensi petani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan pekebun.
Baca Juga:
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
"Pencapaian tersebut menjadi bukti pentingnya peran pemerintah, perusahaan, dan petani dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri kelapa sawit nasional," ucap Nugroho.
Selain berperan sebagai penghasil bahan baku pangan dan berbagai produk kesehatan, ujarnya, kelapa sawit juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan melalui implementasi program biodiesel B50.
Baca Juga:
Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas perkebunan rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari para praktisi dan narasumber yang berasal dari berbagai perusahaan perkebunan nasional.

Materi yang diberikan mencakup teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengelolaan kebun yang berkelanjutan.
Tags
beritaTerkait
komentar