Rabu, 14 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Harga TBS di Nagan Raya Menguat, Kinerja Bupati Dipuji

Hendrik Hutabarat - Selasa, 14 Juli 2026 15:48 WIB
Harga TBS di Nagan Raya Menguat, Kinerja Bupati Dipuji
Dok. Yuslan Thamrin
Harga pembelian TBS petani sawit swadaya di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, terus mengalami penguatan di bawah kepemimpinan Bupati TRK.
Suka Makmue, asatupro.com - Harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diproduksi dari kebun para petani swadaya di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengalami penguatan belakangan ini.

"Saya merasa kinerja pemerintah kabupaten (Pemkab) Nagan Raya di bawah kepemimpinan Bupati Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H layak diapresiasi terkait menguatnya harga TBS kami," kata Yuslan Thamrin kepada para wartawan melalui telepon, Selasa (14/7/2026).

Petani sawit swadaya yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Nagan Raya ini mengungkapkan bahwa Bupati TRK (nama panggilan akrab Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H) benar-benar mengefektifkan fungsi pengawasan Dinas Perkebunan Nagan Raya.

Dengan demikian, kata Yuslan Thamrin, dari sekitar 9 dari 13 perusahaan minyak kelapa sawit (PMKS) membeli harga TBS petani Nagan Raya dengan harga yang mendekati harga pasar.

Baca Juga:



"Situasi ini mendorong harga pembelian TBS di tingkat pedagang perantara juga menguat. Rata-rata harga TBS di PMKS ada di kisaran Rp 2.800-an per Kg. Nah, di tingkat pedagang perantara atau pengepul harga TBS kami di kisaran Rp 2.700-an per Kg," beber Yuslan Thamrin.


Sementara itu harga TBS yang ditetapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Riau, sambung Yuslan Thamrin lagi, ada di kisaran Rp 2.900-an sampai Rp 3.000-an per Kg.

Baca Juga:

"Kami pahamlah bahwa ada biaya ongkos angkut dan biaya lainnya yang harus ditanggung pihak PMKS sehingga harga pembelian TBS kami belum bisa ke level Rp 3.000-an per Kg," ujar Yuslan Thamrin.

"Tetapi perlu diketahui kalau harga TBS kami saat ini, baik di tingkat pengepul atau di PMKS, sudah relatif kuat dibanding sebelum masa kepemimpinan TRK," tambahnya kembali.

Terasa jelas bagi mereka perbandingan harga TBS yang ada saat ini memberikan keuntungan yang lebih banyak bagi mereka selaku petani sawit swadaya,dan itu semua karena ada pengawasan yang melekat dari Disbun Nagan Raya.




"Kami berharap agar Bupati TRK terus mengefektifkan kinerja dan fungsi pengawasan Disbun Nagan Raya agar PMKS-PMKS yang ada tidak berani lagi mempermainkan harga TBS kami seperti di masa silam. Sehat-sehat selalu kami doakan untuk Bupati TRK," tegas Yuslan Thamrin.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Maling Sawit dan Peredaran Narkoba Disikat, PTPN IV Regional 2 Apresiasi Polri
Ini Strategi PTPN IV Regional 2 Atasi Maling TBS dan Peredaran Narkoba
SDM Seratusan Petani Sawit Jambi Diperkuat BPDP,  Ditjen  Perkebunan, dan IPB Training
Teori Dapat, Praktik Oke! Bahagianya Petani Sawit OKU Dapat Pelatihan Program BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training
Upaya "Cerai" PT PSU vs Petani Sawit Madina Bikin Bingung KPPU
Ketimpangan Harga TBS di Pessel Sumbar Dipantau KPPU
komentar
beritaTerbaru