Kamis, 02 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Cuan Banyak, Laba Bersih PalmCo Tembus 90,3 Persen

Hendrik Hutabarat - Rabu, 01 Juli 2026 19:56 WIB
Cuan Banyak, Laba Bersih PalmCo Tembus 90,3 Persen
Dok. PalmCo
Dirut PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, mengungkapkan kalau PalmCo meraup laba bersih signifikan pada tahun 2025 lalu.
Jakarta, asatupro.com — Salah satu subholding PTPN III, PTPN IV meraup banyak cuan atau keuntungan sepanjang 2025 lalu, membukukan laba bersih sebesar Rp 7,08 triliun berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.

"Nilai tersebut meningkat 90,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp 3,72 triliun," kat. Jatmiko Krisna Santosa selaku Direktur Utama (Dirut) PalmCo di Jakarta, kemarin.

Dia bilang, kinerja keuangan yang kinclong ini juga telah disampaikan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025.

Perseroan menyebut peningkatan laba ditopang oleh kenaikan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di semua unit perkebunan.

Baca Juga:

Di samping itu, hal ini ditopang pula oleh efisiensi operasional serta dampak penguatan fundamental bisnis yang mampu memberikan nilai tambah di tengah tantangan ekonomi global, volatilitas pasar energi, dan anomali iklim sepanjang 2025.

"Alhamdulillah, laba Bersih Setelah Pajak (Net Profit) tahun 2025 mencapai angka Rp7,08 Triliun atau 90,3% lebih tinggi jika dibandingkan perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp3,72 Triliun," sebut Jatmiko.

Di samping penguatan harga jual rata-rata CPO di 2025 yang menyentuh Rp 14.223,-/Kg atau 10,4% di atas 2024, PalmCo dapat memaksimalkan momentum tersebut melalui peningkatan volume penjualan CPO dan efisiensi biaya.

Baca Juga:

"Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 10 persen di tahun 2025 mampu membuahkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan," bebernya.

Sejak didirikan dalam tiga tahun terakhir, laba bersih PalmCo terus menunjukkan pertumbuhan eksponensial.

Setelah mencatat laba Rp 2,53 triliun pada 2023, kinerja perusahaan naik menjadi Rp 3,72 triliun pada 2024, dan kemudian melonjak hingga Rp 7,08 triliun pada 2025.


Perseroan menyebut capaian tersebut sebagai tingkat profitabilitas tertinggi selama periode transformasi perusahaan.

Selain laba bersih, indikator keuangan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. EBITDA meningkat menjadi Rp 13,27 triliun atau naik 46 persen dibandingkan Rp 9,09 triliun pada 2024.

Sementara itu, tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) mencapai 9,2 persen.

Secara operasional, PalmCo memproduksi 2,70 juta ton CPO sepanjang 2025. Volume tersebut meningkat 7,87 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang mencapai 2,49 juta ton.

Meski demikian, manajemen menilai hasil tersebut bukan merupakan akhir dari proses transformasi.

Perusahaan menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap aspek operasional, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan efisiensi guna menjaga keberlanjutan kinerja.

"Terimakasih atas dukungan penuh pemegang saham. Apresiasi untuk kerja keras seluruh insan Perseroan," kata Jatmiko.

Dia bilang, pencapaian ini menjadi milestone, tapi bukan garis akhir karena masih banyak ruang untuk terus tumbuh mengoptimalkan kinerja operasi dan finansial agar terus memberikan manfaat maksimal.

Tidak hanya mencatat rekor dari sisi internal perusahaan, PalmCo juga memastikan pertumbuhan Perusahaan sejalan dengan produktifitas dan kesejahteraan petani mitra.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pada tahun 2025 PTPN IV PalmCo tercatat sebagai perusahaan paling aktif secara nasional dengan 6.672 hektar pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).


Petani plasma binaan juga mampu meraih produktifitas mumpuni di atas standar nasional mencapai rata-rata 20,18 ton TBS per hektar per tahun yang berdampak signifikan pada peningkatan pendapatan petani.

Di sisi lain, PalmCo juga menyatakan akan melanjutkan pengembangan hilirisasi industri sawit, termasuk optimalisasi produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline untuk mendukung ketahanan energi nasional.




"Semoga PalmCo dapat menjalankan dengan baik seluruh amanat yang diembankan pemerintah, berkontribusi maksimal dalam kemandirian pangan dan energi negeri," tutup Jatmiko Krisna Santosa

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sawit Jadi Primadona, Kadin Sumut dan Kadin Mogilev Belarus Sepakati Banyak Hal
Kebun Sawit Dijarah, Ekonomi Ribuan Karyawan  PTPN Cot Girek Jadi Tertekan
Indonesia: Pusat Tokotrienol dan Beta-Karoten Alami Dunia
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
komentar
beritaTerbaru