Selasa, 09 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

ISMI Sumut dan GJI Tanam 1000 Pohon Khas Melayu di Bantaran Sei Deli, Perkuat Ekologi dan Ekoteologi Kota Medan

Jalaluddin Lase - Senin, 08 Juni 2026 12:59 WIB
ISMI Sumut dan GJI Tanam 1000 Pohon Khas Melayu di Bantaran Sei Deli, Perkuat Ekologi dan Ekoteologi Kota Medan
ISMI Sumut dan GJI Tanam 1000 Pohon Khas Melayu di Bantaran Sei Deli.(ist).
Dikatakan sejarah telah menjelaskan Sei Deli dulunya memiliki posisi penting dan berelasi dengan peradaban Melayu di Sumatera khususnya Kesultanan Deli. Posisi Sungai Deli membelah kota Medan dan menjadi jantung dari wilayah Kesultanan Deli, urat nadi perdagangan Kesultanan Deli.

Sungai ini tidak hanya menjadi sumber kehidupan, jalur perdagangan, transportasi serta pusat aktivitas sosial budaya masyarakat tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan warisan sejarah Melayu bekembang sejak masa di Kesultanan Deli. Dengan memperkuat fungsi ekologi melalui

Penanaman 1000 pohon khas Melayu seperti pohon sukun, matoa, kedaung, rambutan dan lainnya. Ini menjadi langkah nyata, berdampak memperkuat ketahanan lingkungan, menjaga sumber air, mengurangi resiko banjir, menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang serta merawat ikon sejarah.

Kedua, memperkuat ekoteologis, krisis ekologi global ditandai dengan perubahan iklim, pencemaran alam serta ketimpangan ekologi lintas generasi telah mencapai titik kritis.

Baca Juga:

Indikasinya diskursus lingkungan selama ini didominasi oleh pendekatan teknokratis menekankan solusi sains dan teknologi, sepertinya gagal menjawab aspek spritual dan etis dari relasi manusia dengan alam.

Kerusakan ekologi juga berakar pada tafsir keagamaan yang membangun jarak ontologis antara Tuhan – manusia – Alam. "Artinya krisis ekologi adalah krisis epistimologis cara manusia memahami dirinya, Tuhan dan kosmosnya," ujar.Nispul lagi.

Padahal lanjut Profesor ini, semua agama mendorong penguatan ekoteologi. Dalam konsep Islam sejak awal menempatkan manusia sebagai Khalifah, bukan penguasa absolut, melainkan penjaga keseimbangan kosmik.

Baca Juga:

"Prinsip tauhid mengafirmasi keterkaitan segala ciptaan Tuhan dalam kesatuan ilahi. Agama bukan sekedar sumber moralitas personal, tetapi juga epistimologi altenatif bagi peradaban ekologis. Karena itu ekoteologis Islam perlu diintegrasikan ke bebagai dimensi kehidupan manusia dimanapun berada," tutupnya

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Harian dan Sekjen PB ISMI, Pengurus PW ISMI Sumut, PD ISMI Kota Medan, Camat Kota Medan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek), Komunitas Warga Kanal (KWK) dan Bentangan Alam Hijau Indonesia (BAHIS), SMAN 13 dan lainnya. ril/**

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini serta Edukasi Green Policing
Ade Dharmawan Minta PW ISMI Sumut Solid dan Peduli Pendidikan
Laksanakan Program TJSL, Telkom Regional 1 Tanam 5.000 Bibit Manggrove
komentar
beritaTerbaru