Senin, 20 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi

Hendrik Hutabarat - Senin, 20 April 2026 12:54 WIB
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
Dok. PalmCo
Mentan Andi Amran Sulaiman menyaksikan penandatanganan MoU antara PalmCo dan ITS Surabaya dalam penggarapan bensin sawit, Minggu (19/4/2026).
Surabaya, asatupro.com - PTPN III Sub Holding PTPN IV PalmCo melakukan gebrakan besar bersama kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan menggarap bensin sawit sebagai ekosistem energi terbarukan di Tanah Air

Bersama para ilmuwan dari ITS Surabaya, anak badan usaha milik negara (BUMN) ini akan mengembangkan inovasi energi berbasis kelapa sawit yang berkelanjutan melalui sebuah penandatanganan kesepemahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Kolaborasi kedua pihak, seperti keterangan resmi yang diterima media, Senin (20/4/2026), diwakili langsung oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa dan Rektor ITS Bambang Pramujati, di Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (19/4/2026).

Yang bikin tambah seru, kerjasama strategis ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kemandirian energi nasional.

Baca Juga:

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi antara praktisi industri dan akademisi merupakan kunci utama dalam mengubah tantangan energi menjadi peluang ekonomi hijau bagi Indonesia, terutama melalui optimalisasi komoditas sawit.

Terkait kerja sama dengan PTPN IV PalmCo, Amran menaruh harapan besar pada pengembangan bensin sawit atau 'Benwit'. Menurutnya, kolaborasi ini harus segera naik ke level industrialisasi.



Baca Juga:

"Hari ini kita tekan MoU untuk Benwit atau bensin sawit. Kita mulai dari industri skala kecil dulu, kalau ini berhasil, langsung kita buka skala besar," kata Mentan.


"Saya minta Pak Rektor dan Pak Dekan untuk kawal ini dengan baik agar kita tidak lagi tergantung pada bahan bakar fosil. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi nasional," tegasnya kembali.

Sementara itu Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari pemenuhan aspirasi pemerintah sekaligus transformasi besar perusahaan untuk tidak hanya unggul di hulu, tetapi juga kompetitif di hilir.

"Sinergi antara PalmCo dengan ITS adalah langkah konkret PalmCo dalam mengintegrasikan riset teknologi ke dalam skala industri," ucap mantan Dirut PTPN V Riau ini.

"Fokus kami selain meningkatkan produktivitas adalah membangun ekosistem bisnis sawit yang berkelanjutan," sambungnya kembali.

Dengan dukungan riset ITS, pihaknya optimistis mampu mengakselerasi implementasi energi bersih, termasuk pengembangan biogasoline yang sangat dinantikan pasar.

Ia menambahkan, kerjasama ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari riset energi terbarukan hingga pemanfaatan teknologi untuk menciptakan ekosistem zero waste atau nirlimbah di lingkungan perkebunan.




Senada dengan hal tersebut, Rektor ITS Bambang Pramujati menekankan pentingnya hilirisasi riset agar manfaatnya tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat dirasakan secara langsung oleh industri dan masyarakat luas.


"Kami di ITS terus mendorong agar hasil riset kampus memiliki dampak nyata. Kerja sama dengan PTPN IV PalmCo ini menjadi jembatan penting agar inovasi seperti bensin sawit dapat diterapkan dalam skala masif," kata Rektor ITS.

Pihaknya menilai inisiatif ini memungkinkan adanya pemanfaatan bahan mentah menjadi energi alternatif bernilai tambah tinggi yang mendukung ketahanan energi nasional.

Dari sisi teknis, beberapa Rektor, pengembangan bensin sawit ini diprediksi akan menjadi solusi atas fluktuasi harga energi global.

Sementara itu, menurut Ketua Tim Peneliti ITS, Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, inovasi yang dikembangkan timnya fokus pada efisiensi konversi minyak sawit menjadi bahan bakar yang siap pakai di mesin kendaraan saat ini.

"Fokus inovasi kami adalah mengonversi minyak mentah kelapa sawit menjadi produk biogasoline atau bensin sawit yang kompetitif," kata Hosta Ardhyananta.

Sebagai produk gasoline dari sumber bio yang terbarukan yakni kelapa sawit, Hosta Ardhyananta melihat riset ini dipastikan sangat sejalan dengan target global dalam suistanable development goals (SDGs).

"Harapannya, melalui hilirisasi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil dapat terus ditekan secara bertahap," jelas Hosta.


Perlu diketahui bahwa komitmen hilirisasi ini juga mendapat pengawalan komprehensif, tang ditandai dengan keikutsertaan Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS, Juwari, dalam proses pendampingan penelitian bensin sawit secara berkelanjutan.

Bersama tim ahli dari ITS dan tim dari Kementerian Pertanian, pengawalan ketat ini ditujukan untuk memastikan inovasi energi ini benar-benar siap dan layak untuk diproduksi secara massal.

Melalui kerja sama yang direncanakan berlangsung selama lima tahun ini, kedua belah pihak berkomitmen membentuk tim kerja untuk mengawal implementasi teknologi di lapangan.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi PTPN IV PalmCo sebagai pemain utama industri sawit berkelanjutan, tetapi juga menempatkan ITS sebagai pusat inovasi energi hijau yang diakui di tingkat global.


Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kembangkan SDM, PT LAT Trisakti Siapkan Magang bagi Penerima Beasiswa Sawit
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan saat Momen Paskah
PalmCo Sediakan Kebun untuk Introduksi Serangga Penyerbuk Sawit
Elaeidobius Si Serangga Penyerbuk Jadi Harapan Sawit Nasional
Anak Usaha Musim Mas Jadi Satu-satunya Perusahaan Sawit Peraih  PROPER Emas 2025
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
komentar
beritaTerbaru