Sabtu, 10 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus

Hendrik Hutabarat - Rabu, 11 Februari 2026 11:19 WIB
Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus
Hendrik
Pakar ekonomi pertanian dari USU, Prof. Dr. Diana Chalil, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana Sumatera bisa dilakukan dengan melibatkan perkebunan kelapa sawit.
Medan, asatupro.com - Perekonomian kawasan Sumatera bagian utara (Sumbagut), terutama Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), bisa dipulihkan pascabencana alam hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Dan yang sanggup memulihkan perekonomian dimaksud adalah industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Hal ini sangat dimungkinkan karena tiga provinsi di kawasan Sumbagut ini memang dikenal sebagai sentra perkebunan kelapa sawit.

Namun ternyata hal itu tidaklah segampang membalikkan telapak tangan.

Sebab, menurut Prof Dr Diana Chalil sebagai guru besar bidang ekonomi pertanian Universitas Sumatra Utara (USU), ada syarat yang harus dipatuhi oleh tanaman kelapa sawit agar bisa memulihkan perekonomian Sumbagut.

Baca Juga:

"(Syaratnya - red) budidaya tanaman kelapa sawit (harus dilakukan) pada lahan yang tepat (karena) akan menjadi kunci pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar," ucap Diana Chalil.

Syarat itu dia katakan saat berbicara dalam acara diskusi ilmiah bertema "Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global sebagai Pemicu Bencana di Sumatera" yang diselenggarakan di Ruang IMT-GT Gedung Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU).

Selain Diana Chalil, diskusi itu menghadirkan pembicara lainnya yaitu Ardhasena Sopaheluwakan selaku Deputi Bidang Klimatologi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan guru besar dari Fakultas Pertanian (Faperta) USU, yakni Prof Dr Abdul Rauf.

Baca Juga:

Ikut hadir sebagai peserta dalam diskusi tersebut sejumlah pihak berkompeten, antara lain perwakilan dari pemerintah, petani sawit, dan perwakilan asosiasi industri sawit.

Termasuk di antaranya adalah Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut, Timbas Prasad Ginting, dan mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut, Irvan Mutyara

Kata Diana Chalil, dibandingkan komoditas lainnya, perkebunan kelapa sawit memberikan multiplier effect positif yang lebih besar baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan: Siapa “Sutradara” di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
Upaya "Cerai" PT PSU vs Petani Sawit Madina Bikin Bingung KPPU
Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini
Diana Chalil Nilai Korporotisasi Perkuat Posisi Petani Sawit
Kader Terbaik HMI Komisariat FIB USU Ansor Harahap Siap Pimpin MD KAHMI Medan
Jusup Ginting: KTP Dan KK Bukan Sekadar Identitas, Tapi Kunci Warga Dapatkan Hak Pendidikan Hingga Bansos
komentar
beritaTerbaru