Minggu, 11 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus

Hendrik Hutabarat - Rabu, 11 Februari 2026 11:19 WIB
Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus
Hendrik
Pakar ekonomi pertanian dari USU, Prof. Dr. Diana Chalil, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana Sumatera bisa dilakukan dengan melibatkan perkebunan kelapa sawit.

"Manfaat lingkungan tidak (selalu) lagi trade-off dengan manfaat ekonomi. Kita belajar pascabencana tsunami di Aceh tahun 2004," ujar Diana Chalil.

Dia bilang, perkebunan kelapa sawit menjadi preferensi petani karena menguntungkan. Perkebunan kelapa sawit milik rakyat, sesungguhnya, banyak dari konversi komoditas lain.

Peneliti pada Consortium Studies on Smallholder Palm Oil (CSPO) ini mengatakan, baik secara nasional maupun regional pada daerah yang tertimpa bencana alam akhir tahun lalu, peran industri kelapa sawit sangat signifikan terhadap perekonomian.

Karena itu, dia menyarankan, untuk memulihkan kondisi ekonomi pascabencana hidrometeorologi, budidaya tanaman kelapa sawit menjadi pilihan yang paling efektif.

Baca Juga:

"Dari total pendapatan devisa nasional, 73,83 persen disumbang oleh sektor pertanian. Dan subsektor pertanian yang memberikan kontribusi devisa terbesar adalah ekspor minyak sawit," kata Diana Chalil.

Secara regional, kata Diana, sawit juga menjadi komoditas penyumbang devisa ekspor terbesar dari Aceh. Sementara di Sumatra Utara, sawit adalah komoditas penyumbang devisa terbesar ketiga.

"Dari sisi penyerapan tenaga kerja, secara nasional mencapai 16,5 juta orang pada 2024 yang terdiri dari tenaga kerja langsung dan tidak langsung," ungkapnya.

Baca Juga:

"Dan ini masih belum memperhitungkan tenaga kerja yang terserap pada sektor hulu, hilir, dan jasa terkait dalam sistem dan usaha agribisnis sawit," tambah Prof Diana kembali.

Dari penelitian Prof Diana dan tim di CSPO, terjadi peningkatan pendapatan yang signifikan pada masyarakat di Sumatra Utara setelah melakukan budidaya kelapa sawit.

Misalnya di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pendapatan masyarakat meningkat dari rata-rata Rp 31,8 juta per tahun menjadi Rp 42,1 juta.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan: Siapa “Sutradara” di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
Upaya "Cerai" PT PSU vs Petani Sawit Madina Bikin Bingung KPPU
Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini
Diana Chalil Nilai Korporotisasi Perkuat Posisi Petani Sawit
Kader Terbaik HMI Komisariat FIB USU Ansor Harahap Siap Pimpin MD KAHMI Medan
Jusup Ginting: KTP Dan KK Bukan Sekadar Identitas, Tapi Kunci Warga Dapatkan Hak Pendidikan Hingga Bansos
komentar
beritaTerbaru