Senin, 24 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus

Hendrik Hutabarat - Rabu, 11 Februari 2026 11:19 WIB
Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus
Hendrik
Pakar ekonomi pertanian dari USU, Prof. Dr. Diana Chalil, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana Sumatera bisa dilakukan dengan melibatkan perkebunan kelapa sawit.

"Manfaat lingkungan tidak (selalu) lagi trade-off dengan manfaat ekonomi. Kita belajar pascabencana tsunami di Aceh tahun 2004," ujar Diana Chalil.

Dia bilang, perkebunan kelapa sawit menjadi preferensi petani karena menguntungkan. Perkebunan kelapa sawit milik rakyat, sesungguhnya, banyak dari konversi komoditas lain.

Peneliti pada Consortium Studies on Smallholder Palm Oil (CSPO) ini mengatakan, baik secara nasional maupun regional pada daerah yang tertimpa bencana alam akhir tahun lalu, peran industri kelapa sawit sangat signifikan terhadap perekonomian.

Karena itu, dia menyarankan, untuk memulihkan kondisi ekonomi pascabencana hidrometeorologi, budidaya tanaman kelapa sawit menjadi pilihan yang paling efektif.

Baca Juga:

"Dari total pendapatan devisa nasional, 73,83 persen disumbang oleh sektor pertanian. Dan subsektor pertanian yang memberikan kontribusi devisa terbesar adalah ekspor minyak sawit," kata Diana Chalil.

Secara regional, kata Diana, sawit juga menjadi komoditas penyumbang devisa ekspor terbesar dari Aceh. Sementara di Sumatra Utara, sawit adalah komoditas penyumbang devisa terbesar ketiga.

"Dari sisi penyerapan tenaga kerja, secara nasional mencapai 16,5 juta orang pada 2024 yang terdiri dari tenaga kerja langsung dan tidak langsung," ungkapnya.

Baca Juga:

"Dan ini masih belum memperhitungkan tenaga kerja yang terserap pada sektor hulu, hilir, dan jasa terkait dalam sistem dan usaha agribisnis sawit," tambah Prof Diana kembali.

Dari penelitian Prof Diana dan tim di CSPO, terjadi peningkatan pendapatan yang signifikan pada masyarakat di Sumatra Utara setelah melakukan budidaya kelapa sawit.

Misalnya di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pendapatan masyarakat meningkat dari rata-rata Rp 31,8 juta per tahun menjadi Rp 42,1 juta.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan
Safrizal: Aceh Menuju Rehab-Rekon Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera
DISPEMDES Dairi Siap Turun Tangan, Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan Akan Dimonitoring
Bupati Serahkan SK Plt Kadis P3AP2KB Kepada dr. Erna Marpaung, Berharap seluruh program prioritas berjalan secara optimal
Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor
Dr. H. Sugiat Santoso : Penguatan Ideologi Pancasila Harus Jadi Gerakan Bersama
komentar
beritaTerbaru