Senin, 24 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus

Hendrik Hutabarat - Rabu, 11 Februari 2026 11:19 WIB
Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus
Hendrik
Pakar ekonomi pertanian dari USU, Prof. Dr. Diana Chalil, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana Sumatera bisa dilakukan dengan melibatkan perkebunan kelapa sawit.

"Perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas yang berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Sawit berpotensi untuk pemulihan ekonomi Sumut dan Aceh," kata dia lagi.

"Karena itu perlu dikelola dengan baik agar upaya pemulihan dapat berjalan konsisten dan mencapai hasil yang diharapkan," kata Prof Diana memberikan saran.

Kata Diana, perkebunan kelapa sawit bukanlah penyebab bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu.

Namun ke depan, kata dia, tata kelola perkebunan kelapa sawit harus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi dan tidak memberikan dampak buruk secara ekologis.

Baca Juga:

"Bukan hanya luas tetapi di mana. Bukan hanya kemampuan lahan, tetapi keseimbangan landscape. Bukan hanya bisa diproduksi tetapi juga bisa dijual dengan harga baik," kata Diana.

Sementara itu, Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia) Kacuk Sumarto, menegaskan bahwa perekonomian wilayah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara sangat bergantung kepada industri sawit.

Karena itu, kata dia, perkebunan kelapa sawit tidak mungkin ditinggalkan. Hanya saja, tata kelola sektor pertanian dan perkebunan harus memperhatikan aspek kesesuaian lahan dengan komoditas yang akan ditanam.

Baca Juga:

"Jika aspek ekofisiologis diperhatikan, maka perkebunan sawit di seluruh Indonesia akan berkembang di tengah ekosistem lingkungan yang berkelanjutan," kata Kacuk.

Kacuk Sumarto mengatakan, perkebunan sawit di Sumatera Utara sudah ada sejak lebih satu abad. Dan selama itu, kondisi lingkungan di sekitar perkebunan sawit tetap terjaga dengan baik.

Namun perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadi tantangan baru bagi pelaku sektor perkebunan dan pertanian.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan
Safrizal: Aceh Menuju Rehab-Rekon Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera
DISPEMDES Dairi Siap Turun Tangan, Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan Akan Dimonitoring
Bupati Serahkan SK Plt Kadis P3AP2KB Kepada dr. Erna Marpaung, Berharap seluruh program prioritas berjalan secara optimal
Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor
Dr. H. Sugiat Santoso : Penguatan Ideologi Pancasila Harus Jadi Gerakan Bersama
komentar
beritaTerbaru