Jumat, 05 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Ini Peluang dan Tantangan yang Dihadapi Industri Sawit di Pasar Global

Hendrik Hutabarat - Rabu, 23 Oktober 2024 11:10 WIB
Ini Peluang dan Tantangan yang Dihadapi Industri Sawit di Pasar Global
Hendrik
Para petani sawit sedang melakukan proses bongkar muat tandan buah segar (TBS). GAPKI menyebutkan ada sejumlah peluang dan tangan industri sawit nasional dan hal itu akan dibahas dalam acara IPOC 2024.

Jakarta, asatupro.com - Industri minyak sawit nasional kita terus bertumbuh. Sepanjang tahun 2024 ini saja minyak kelapa sawit tetap menjadi komponen kunci dalam pasar minyak nabati global.

"Sebagai minyak nabati dengan konsumsi terbesar di dunia, minyak kelapa sawit memainkan peran vital dalam berbagai sektor, seperti sektor konsumer serta energi baru terbarukan (EBT)," kata Mona Surya dalam keterangan resmi yang diterima para wartawan, Selasa (22/10/2024) malam.

Perlu diketahui, Mona Surya saat ini dipercaya sebagai Bendahara Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Ia juga sekaligus menjadi Ketua Panitia Konferensi Minyak Sawit Indonesia ke 20 dan Pandangan Harga 2025 atau 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2024).

Baca Juga:

Sebagai informasi, kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 6-8 November 2024 di Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua, Denpasar, Provinsi Bali.

Saat itu Bendahara Umum GAPKI yang didampingi oleh Ketua Umum GAPKI Eddy Martono dan Sekretaris Hadi Sugeng mengatakan, dalam IPOC 2024 nanti akan dibahas berbagai hal krusial.

Kata Mona Surya, sekitar 60 persen dari total produksi minyak kelapa sawit Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor dan telah mencakup lebih dari 160 negara.

Hal itu, kata Mona Surya ,menjadikannya sebagai komoditas penting dalam perdagangan internasional sehingga harga minyak sawit berada pada level atas sepanjang tahun berjalan.


"Berdasarkan data Oil World, harga rata-rata bulanan minyak kelapa sawit berada di kisaran USD 937 hingga USD 1.147 per ton," ungkap Mona Surya.

Kendati demikian, ia mengatakan terdapat sejumlah tantangan yang melingkupi industri kelapa sawit nasional dan internasional.

Dari dalam negeri, ujarnya, isu mengenai stagnasi produksi dan produktivitas, ketidakpastian kebijakan, serta rata-rata umur tanaman yang memasuki masa replanting.

"Beberapa tantangan tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dari para stakeholders atau pemangku kepentingan sawit di salam negeri," tutur Mona Surya lebih lanjut.

Sementara itu, ia menambahkan, tantangan dari luar negeri yang dihadapi misalnya keseimbangan antara pasokan dan permintaan minyak nabati lainnya.

"Selanjutnya, problem soal adanya kampanye negatif terkait rantai pasok yang keberlanjutan sampai dengan faktor geopolitik di Eropa dan Timur Tengah," kata Mona Surya lagi.

Mona Surya menjelaskan bahwa salah satu tantangan kebijakan dari Uni Eropa yaitu Kebijakan Anti-Deforestasi dari Uni Eropa (EUDR) yang berisiko menjadi hambatan di pasar internasional.

"Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi petani sawit di negara penghasil utama seperti Indonesia yang punya 41 persen dari produksi global dan Malaysia 27 persen," tegas Mona Surya.


Sebagai informasi tambahan, IPOC 2024 direncanakan akan dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Serta bakal menghadirkan sejumlah menteri lainnya, seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rachmat Pambudi," tutur Mona Surya lebih lanjut.

Mona menjelaskan bahwa konferensi ini juga akan menyajikan analisis mendalam mengenai situasi pasar minyak nabati global, dengan fokus pada perkembangan dan dinamika terkini yang memengaruhi industri minyak sawit.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
20th IPOC Bakal Digelar GAPKI, Sejumlah Pakar Bakal Hadir
komentar
beritaTerbaru