Sabtu, 02 Mei 2026

Kapal Pukat Teri KM Sumber Indah III Terbakar, 3 Nelayan Meninggal, 5 Masih Hilang

Toga Pasaribu - Rabu, 08 April 2026 17:16 WIB
Kapal Pukat Teri KM Sumber Indah III Terbakar, 3 Nelayan Meninggal, 5 Masih Hilang
Korban ABK Pukat teri KM Sumber Indah III yang tewas. (Ist)
Belawan,asatupro.com-Kebakaran hebat melanda Kapal Pukat Teri KM Sumber Indah III di perbatasan perairan Belawan dan Aceh, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.

Insiden ini mengakibatkan 3 anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, 5 orang hilang, dan 13 orang selamat.

Kadispen Kodaeral I, Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan, Rabu (08/04), ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian kebakaran yang menghanguskan satu unit Kapal Pukat Teri KM. Sumber Indah III milik Kotai Gudang Pekong.

Ia mengungkap ketiga data korban yang meninggal dunia yakni Iyan warga Blok 16 Sicanang Belawan, Jahar warga Jalan Young Panah Hijau, Medan Marelan, Buitin warga Jalan Selebes, Belawan.

Baca Juga:

Sementara itu, lima orang (ABK) korban yang hilang di perairan perbatasan Belawan dan Aceh yakni Aris (50), Roy (40), Lubis (50) merupakan warga Lorong Gereja Bagan Deli, Belawan, Ambon (50) warga Jalan Young Panah Hijau, Medan Marelan, dan Mr. X (50) salah seorang anak buah kapal yang saat dini masih belum di diketahui identitasnya.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (6/4/2026) lalu, dimana Kapal Pukat Teri KM Sumber Indah III berangkat melaut untuk menangkap ikan di sekitar perairan Timur Laut Belawan.

"Titik koordinat 03°58'000'' LU - 099°18'000'' BT, atau sekitar 30 nm timur laut alur Belawan. Kapal dengan GT 140 No. 1402/PPA ini dinahkodai Samsurudin/Aciu dan membawa 21 ABK," ucap Letkol Laut (S) Wahyu Kurniawan, saat ditemui di Koderal I.

Baca Juga:

Sementara itu, pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 02.10 WIB, aliman (kwanca) saat itu pergi ke kamar Samsurudin /Aciu (Tekong) untuk meminjam charger handphone.

Saat turun mengecas, ia melihat kondisi turbo mesin kapal panas memerah. Kemudian aliman segera melaporkan ke tekong, namun belum sempat melapor tiba-tiba mesin meledak.

Kemudian, disusul ledakan tabung gas seberat 12 kilogram, sehingga api yang membesar dan merambat ke ruang kapal yang lain.

"Api semakin membesar. Para ABK berteriak "kebakaran" dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri," lanjutnya


Sekitar 30 menit, Kapal pukat teri lain datang mendekat untuk memberikan pertolongan. Beberapa ABK berhasil diselamatkan.

"Selama 30 menit para ABK yang berhasil diselamatkan, muncul tiga orang ABK mengapung dalam kondisi tidak bernyawa," ungkapnya.

Sebanyak 13 ABK berhasil selamat naik ke kapal lain, dua di antaranya mengalami luka bakar ringan. Lima ABK dinyatakan hilang.

Pukul 03.30 WIB, Kapal pukat teri yang menolong kembali ke gudang.

"Pukul 05.30 WIB, Para ABK KM Sumber Indah III yang selamat sebanyak 13 orang beserta tiga jenazah dipindahkan ke Kapal Pukat Teri KM Mandiri untuk disandarkan di Dermaga TPI Gabion Belawan," tuturnya.

Sementara itu, anggota Posal dan Danpatkamla Perling, Serda Bah Handoko, merapat di Dermaga TPI untuk membantu proses evakuasi.

Selanjutnya, Pukul 09.00 WIB, KM Mandiri sandar di Dermaga TPI. Tiga korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka masing-masing.

"KM Sumber Indah III dievakuasi ditarik oleh kapal pukat teri menuju gudang pokong Gabion Belawan," katanya.

Pihak Kodaeral I telah melaksanakan sejumlah langkah berkoordinasi dengan Basarnas Belawan untuk rencana pencarian korban esok pagi.

"KRI Bima Suci juga ada pencarian terhadap ABK yang hilang di perairan perbatasan Belawan dan Aceh," pungkasnya.**

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KM Bintang Mas HSB 7 Terbakar di Dermaga Citra Belawan
64 Wisatawan Asal Medan Dan Pekanbaru Nyaris Korban Saat Kapal Yang ditumpangi Rusak Ditengah Laut
Polres Pelabuhan Belawan Amankan Kedatangan Kapal Kelud, Antisipasi Arus Balik Lebaran
Kejari Belawan Lakukan Lelang Barang Rampasan Negara
Gebrakan Kajati Sumut: Kejatisu Periksa Kantor Pelindo Belawan, Dugaan Kasusnya Mencengangkan!
Kru Kapal Meratus Tewas Kesetrum Saat Mengelas
komentar
beritaTerbaru