Jumat, 28 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

"Anda Jaksa? Pakai Bintang Juga, Kau Milik Rakyat!" Prabowo Ingatkan Aparat Negara: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan

Zulhamdani Napitupulu - Jumat, 10 Juli 2026 18:18 WIB
"Anda Jaksa? Pakai Bintang Juga, Kau Milik Rakyat!" Prabowo Ingatkan Aparat Negara: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan
Foto ilustrasi berita versi Artificial Intellegence atau AI.
Prabowo Ingatkan Aparat Negara: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan Saat peresmian lima bendungan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026),

Jakarta,asatupro.com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali melontarkan pesan keras kepada seluruh aparatur negara agar tidak melupakan hakikat jabatan yang mereka emban.

Dalam peresmian lima bendungan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), Presiden secara spontan menunjuk seorang jaksa yang hadir di lokasi dan mengingatkan bahwa setiap simbol kehormatan yang dikenakan merupakan amanah rakyat.

"Anda jaksa? Pakai bintang juga. Kau milik rakyat!" tegas Presiden Prabowo di hadapan para tamu undangan.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh aparatur negara, tanpa terkecuali, harus menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Baca Juga:

Jabatan, pangkat, dan tanda kehormatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan bentuk kepercayaan yang diberikan negara untuk melayani rakyat.

Seruan Introspeksi bagi Seluruh Aparatur Negara

Sebelum menyampaikan pernyataan tersebut, Presiden Prabowo lebih dahulu mengajak seluruh aparatur negara melakukan introspeksi diri.

Baca Juga:

Pesan itu ditujukan kepada birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga jajaran Kejaksaan agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Menurut Presiden, setiap pejabat negara harus menyadari bahwa kewenangan yang dimiliki berasal dari mandat rakyat.

Karena itu, setiap tindakan harus berorientasi pada pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kepentingan bangsa dan negara.

Jabatan Bukan Hak Istimewa, Melainkan Amanah

Pesan Presiden dipandang sebagai pengingat moral bagi seluruh institusi negara bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama pemerintahan yang bersih. Pangkat dan atribut kebesaran negara tidak boleh dijadikan alat untuk mencari keuntungan pribadi ataupun menyalahgunakan kewenangan.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang transparan dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta penyalahgunaan jabatan, pernyataan Presiden menjadi dorongan agar seluruh aparat memperkuat integritas, disiplin, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menjaga Kepercayaan Publik

Pemerintah terus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih melalui penguatan pengawasan, reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam konteks tersebut, pesan Presiden Prabowo menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh integritas aparat yang melaksanakannya.

Dengan menegaskan bahwa "Bintang yang dipakai adalah milik rakyat", Presiden mengingatkan seluruh aparatur negara bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kepercayaan rakyat harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, penegakan hukum yang berkeadilan, serta komitmen untuk menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
GPPMI DKI Jakarta Serukan Deklarasi Damai: Jaga Jakarta, Jaga Persatuan
Ketum Gema Santri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Hindari Hoaks di Momen Maulid Nabi
Ratusan Peserta Jalani Sidang Pantukhir yang Dipimpin Pangdam I/BB
Dandim 0208/Asahan dan Bupati Tinjau Kesiapan KDKMP di Sei Kamah Baru
Pangdam I/BB Resmikan Jembatan Perintis Garuda dan Sumur Bor di Deliserdang
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla, Minta Aparat Usut Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan
komentar
beritaTerbaru