Buruh dan Pekerja Di Medan Merasa Aman Dan Terlindungi Saat Bekerja
Buruh dan Pekerja Di Medan Merasa Aman Dan Terlindungi Saat Bekerja
Medan
Medan,asatupro.com-Kasus Medan Fashion Festival (MFF) 2024 yang berujung pada penahanan pejabat Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan menjadi alarm keras bagi proyek serupa di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Proyek Ramadhan Fair XX/2026 kini disorot tajam karena dinilai memiliki pola pengadaan yang berpotensi melanggar hukum.
Dalam kasus sebelumnya, Kepala Dinas Benny Iskandar Nasution dan mantan Sekretaris Dinas Erwin Saleh harus berhadapan dengan hukum hingga berujung ke penjara. Pola yang digunakan disebut-sebut mirip: pemecahan paket pekerjaan dan pemanfaatan e-Katalog secara tidak tepat.
Sorotan kini mengarah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Kepala Dinas Benny Sinomba dan Sekretaris Dinas Andy Yudhistira dinilai berpotensi menghadapi risiko hukum serupa jika dugaan penyimpangan dalam proyek Ramadhan Fair XX terbukti.
Pemerhati pengadaan barang/jasa pemerintah, Erwin Simanjuntak, menilai skema pengadaan melalui e-Katalog pada proyek tersebut menyimpan banyak kejanggalan.
Baca Juga:
"Anggaran hampir Rp3 miliar untuk satu event, tapi pengadaannya dipecah-pecah per item melalui e-Katalog. Ini sangat rawan terjadi penggelembungan dan penyimpangan terhadap keuangan daerah," ujarnya menjawab Asatupro.com, Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui sistem SiRUP, proyek Ramadhan Fair XX tercatat memiliki sekitar 16 item pengadaan. Item tersebut mencakup sewa tenda, panggung, sound system, genset, pendingin ruangan, hingga jasa pengisi acara, dengan total anggaran mencapai Rp2.941.638.900.
Erwin menyoroti adanya indikasi 'pemecahan paket' yang dinilai tidak efisien dan membuka ruang permainan. Menurutnya, jika pengadaan dilakukan secara wajar, cukup satu penyedia jasa event organizer (EO) yang dipilih melalui mekanisme yang transparan.
Baca Juga:
"Kalau memang mau rapi, PPK cukup menunjuk satu EO. Tapi ini justru dipecah ke beberapa vendor, seperti disub-subkan. Ini patut dicurigai," tegasnya.
Ia juga menyinggung peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dalam hal ini dijabat oleh Sekdisdikbud. Menurutnya, keputusan teknis yang diambil PPK sangat menentukan apakah proses tersebut sesuai aturan atau justru menyimpang.
Lebih jauh, Erwin Simanjuntak membandingkan pola ini dengan kasus MFF 2024 yang kini telah masuk ranah hukum. Ia mengingatkan bahwa kedekatan vendor dengan pihak tertentu di lingkungan pemerintahan tidak akan menjadi tameng jika ditemukan pelanggaran.
"Siapa pun di belakang vendor, yang akan dimintai pertanggungjawaban tetap pejabat dinasnya. Ini yang harus diwaspadai, karena polanya sangat mirip dengan kasus sebelumnya," katanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proyek EO Ramadhan Fair XX diduga melibatkan seorang penyedia bernama Arifin alias Apin Kharisma. Sumber internal menyebut adanya kedekatan dengan lingkar kekuasaan di Pemko Medan, termasuk orang dekat Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.
Menurut Erwin Simanjuntak, minimnya transparansi dan kemiripan pola dengan kasus yang telah menjerat pejabat sebelumnya memperkuat desakan publik agar aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran.
"Jika tidak, proyek yang seharusnya menjadi ruang kebudayaan dan hiburan masyarakat di bulan suci justru berpotensi menjadi pintu masuk praktik korupsi baru di Kota Medan," pungkasnya.
Buruh dan Pekerja Di Medan Merasa Aman Dan Terlindungi Saat Bekerja
Medan
Tim Laser Sat Reskrim Polres Simalungun Tunjukkan Kinerja Profesional dan Humanis dalam Razia THM, Dua Pengunjung Positif Urine Diamankan
Hukrim
Pengemudi Ojol Nyaman Bekerja 24 Jam Di Jalanan Kota Medan, Dampak Angka Kejahatan Jalanan Menurun
Hukrim
Polda Sumut Gelar Apel Pasukan Operasi ASEAN U19 Toba 2026, Siap Amankan Turnamen Internasional
Nasional
Judi Tembak Ikan GBM 99 Menjamur di Medan Utara, Warga Resah Diduga Ada Beking Kuat dan Minta Polisi Bertindak!
Hukrim
Terbongkar ! Rahmadsah Alias Mamat Ternyata Seorang Residivis Pelaku Penganiayaan dan Pembunuhan
Hukrim
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wabup Dairi Bacakan Pesan Kebangsaan Kepala BPIP
Daerah
Polres Binjai Siapkan Personil Laksanakan Pengamanan Kegiatan Pelantikan Kormi
Daerah
Pancasila 1 Juni Warisi Apinya, Bukan Abunya
Nasional
Polres Binjai Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Daerah