Ratusan Peserta Jalani Sidang Pantukhir yang Dipimpin Pangdam I/BB
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Medan, asatupro.com - Pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Medan harus berkeliling selama 5 hari untuk menagih pajak ke warga di 4 dari 21 kecamatan yang ada .
Bahkan, agar berjalan maksimal, proses penagihan itu turut didampingi sejumlah pihak di kota Medan, seperti personil Satpol PP, Kejaksaan Negeri (Kejari).
Lalu personel Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes), Komando Distrik Militer (Kodim), Denpom, serta personil dari Kecamatan dan Kelurahan se-kota Medan.
"Hal ini kami lakukan guna meningkatkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD)," ucap Kepala Bapenda Kota Medan, Sutan Tolang Lubis, seperti dikutip asatupro.comdari laman resmi Pemko Medan, Minggu (13/10/1024)
Baca Juga:
Kata dia, proses penagihan telah mereka lakukan sejak 7-11 Oktober 2024 lalu atau berlangsung selama 5 hari.
"Dan kami berhasil menagih pajak sebesar Rp 10.717.848.170 pada warga yang tinggal di Kecamatan Medan Petisah, Medan Helvetia, Medan Sunggal dan Medan Polonia," ungkapnya.
Sutan Tolang Lubis bilang bahwa penagihan yang lalu itu merupakan bagian dari kegiatan optimalisasi penagihan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta penagihan tunggakan pajak se-Kota Medan.
Baca Juga:
"Pada 5 hari pertama kegiatan ini, kita masih menyasar ke wajib pajak yang berada di 4 kecamatan, yakni Medan Petisah, Medan Helvetia, Medan Sunggal, dan Medan Polonia," tuturnya.
Ia memastikan bahwa kegiatan tersebut akan terus berlanjut dan Bapenda akan terus bergerak ke seluruh kecamatan di kota Medan.
"Selain melakukan penagihan, dalam kegiatan ini kami juga menjaring Wajib Pajak (WP) baru," sebutnya.
Sutan menjelaskan, perolehan pendapatan sebesar Rp 10.717.848.170 dari WP di 4 kecamatan ini terdiri atas pajak bumi bangunan (PBB), pajak barang jasa tertentu (PBJT) kesenian dan hiburan, PBJT makanan dan minuman, dan PBJT jasa perhotelan, serta pajak reklame.
Dia merinci, PBB yang berhasil ditagih dalam 5 hari ini di Kecamatan Medan Petisah sebesar Rp 738.849.977, Medan Sunggal Rp 894.662.735, Medan Helvetia Rp 351.480.809, dan Medan Polonia Rp 362.566.475.
"Total Pajak PBB yang berhasil ditagih dari keempat kecamatan tersebut sebesar Rp 2.347.559.996," kata dia menghitung.
Untuk PBJT kesenian dan hiburan, lanjutnya, pajak yang berhasil ditagih dalam lima hari sebesar Rp 1.158.769.734, untuk PBJT makanan dan minuman sebesar Rp 4.384.084.420.
"Dan untuk PBJT jasa perhotelan sebesar Rp 1.709.496.020, serta pajak reklame yang berhasil ditagih sebesar Rp 1.117.938.000," beber Sutan Lubis.
Dalam kegiatan ini lanjutnya, Bapenda Kota Medan juga berhasil menjaring 117 WP Reklame baru yang langsung mendaftar dengan potensi pendapatan yang akan dibayarkan WP sebesar Rp 523.127.330.
"Selain itu, ada pula potensi WP ajib pajak yang berjanji mendaftar dalam beberapa waktu ini," tegas Kepala Bapenda Kota Medan, Sutan Tolang Lubis.
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Nasional
DPD Rumah Gibran Sumut Desak Bongkar Dugaan Pungli di Lapas Binjai Jangan Jadikan Hak Warga Binaan Sebagai Lahan Pungutan
Nasional
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla, Minta Aparat Usut Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan
Nasional
Diduga Tak Sesuai Juknis, Pekerjaan Replanting dan Parit Isolasi PTPN IV Bah Jambi Diminta Diperiksa
Peristiwa
HUT ke4 Satupena.co.id Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
Daerah
Ahli Waris Almarhum Abdul Halim Harahap Pemilik 15 Ha Lahan Polisikan Pasutri Diduga Penyerobot Lahan
Medan
Wabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, "Pemulihan Fisik dan Mental Harus Tuntas"
Daerah
Olimpiade Sains Dairi 2026 Digelar September Mendatang, Ajang Prestasi Siswa & Guru seSumatera Utara
Pendidikan
Perdamaian Kasus Dugaan Pencemaran PT Indofarm Sukses Makmur Dipertanyakan, Hasil Uji Laboratorium Berbeda dan Dugaan Upeti Mencuat
Peristiwa