Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
Namun, ketika berhadapan dengan proyek besar yang memerlukan kompetensi spesifik dan pengawasan ketat, e-katalog gagal menyediakan jaminan kualitas. Lebih lanjut, e-katalog tidak mengatur pengadaan untuk konsultan pengawas, yang seharusnya menjadi komponen penting dalam memastikan keberhasilan proyek.
Tanpa konsultan pengawas yang terpilih berdasarkan prosedur yang sah dan kredibel, tidak ada jaminan bahwa proyek tersebut akan berjalan sesuai dengan standar dan anggaran yang telah ditetapkan.
Peran Inspektorat Aceh : Pengawasan yang TertinggalBaca Juga:
Sayangnya, Inspektorat Aceh tidak terlihat aktif dan responsif terhadap kasuskasus ini. Meskipun ada laporan tentang potensi penyalahgunaan anggaran dan penyimpangan prosedur, pengawasan yang dilakukan terlalu lambat dan tidak cukup mendalam.
Pada kasus pembangunan bunker di RSUZA, seharusnya Inspektorat Aceh segera memberikan rekomendasi atau bahkan peringatan kepada Direktur RSUZA agar proses pengadaan dihentikan sementara untuk diselidiki lebih lanjut. Namun, hingga saat ini, Inspektorat Aceh belum menunjukkan tindak lanjut yang konkret, meskipun larangan pengadaan konsultan pengawas melalui e-katalog sudah dijelaskan oleh LKPP.
Dalam kasus ini, Inspektorat Aceh gagal menjalankan perannya untuk mencegah kerugian negara dan mengawal pengadaan yang sah. Kelemahan pengawasan dari Inspektorat Aceh memperburuk situasi. Inspektorat yang seharusnya menjadi katalis pengawasan dalam setiap proyek pemerintah malah terlihat lemah dalam menegakkan aturan dan kurang cepat dalam merespons indikasi penyimpangan. Jika pengawasan ini dilakukan dengan lebih serius dan profesional, banyak kasus korupsi yang bisa dicegah.
Baca Juga:E-Katalog sebagai Jalur Cepat Menuju Korupsi
E-Katalog, yang semestinya menyederhanakan proses pengadaan, justru menambah kerumitan dalam pelaksanaannya dan menimbulkan risiko besar bagi negara. Lebih jauh lagi, ketidakmampuan Inspektorat Aceh dalam menjalankan fungsi pengawasan yang lebih tegas dan independen membuat sistem ini rentan terhadap penyalahgunaan kewenangan dan korupsi.
Tanpa pengawasan yang lebih intensif, sistem e katalog hanya akan terus menjadi celah bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan rakyat.
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
Medan
DPP Fromper Minta Judi Tembak Ikan Merek GBM99 Milik Asen Dikelola Cici Menjamur Medan Utara Harus di Berantas Habis Jangan Kasih Ampun
Hukrim