Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN NP, Komang Parmita, menambahkan, serah terima ini bukan sekadar alih kelola, tapi juga proses pembelajaran dan pendalaman sistem.
"Kami yakin NPS mampu melanjutkan tradisi performa tinggi PLTMG Nias, apalagi pembangkit ini memiliki tantangan operasional yang kompleks, terutama dengan karakteristik mesin MAN yang spesifik," jelas Komang.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Services, Jakfar Sadiq, menyampaikan optimismenya atas penambahan lokasi ke-15 dalam portofolio pengelolaan NPS.
Baca Juga:
"Dengan Nias, kami kini mengelola 55 unit mesin PLTMG di 15 lokasi. Target kami adalah melanjutkan capaian EAF tinggi dan efisiensi operasional yang telah dicapai Tripatra dan IPS," ungkap Jakfar.
Jakfar menambahkan, NPS tengah menyelesaikan instalasi simulator PLTMG yang akan menjadi sarana pelatihan dan peningkatan kompetensi operator kami.
Selama enam tahun terakhir, PLTMG Nias telah berkontribusi memasok lebih dari 60 persen kebutuhan listrik sistem kelistrikan Nias.
Baca Juga:
Dibangun sejak 2017 dan mulai beroperasi penuh pada 2019, pembangkit ini mencatatkan performa EAF di atas 92 persen, menjadikannya komponen vital dalam menjaga keandalan listrik di kawasan barat Sumatera.
Tags
beritaTerkait
komentar