Rabu, 06 Mei 2026

Ada Aksi Profit Taking di Balik Gejolak Pasar Saham dalam Sepekan Terakhir

Hendrik Hutabarat - Selasa, 28 Oktober 2025 12:07 WIB
Ada Aksi Profit Taking di Balik Gejolak Pasar Saham dalam Sepekan Terakhir
Dok. PT BEI
Ada aksi profit taking dalam sepekan terakhir, terutama saat pasar saham di Indonesia begitu berdinamika.

Dalam waktu singkat, ucapnya, tekanan jual meningkat, terutama di saham-saham perbankan besar, material, dan industri dasar. Hasilnya, indeks terkoreksi meski sentimen ekonomi secara umum masih positif.

Bagi investor pemula, koreksi semacam ini sering menimbulkan kepanikan. Mereka mengira pasar sedang anjlok, padahal yang terjadi hanyalah fase penyesuaian.

Pasar saham, seperti manusia, tidak bisa berlari terus tanpa berhenti. Ia perlu menarik napas agar mampu berlari lebih jauh.

Profit taking adalah fase ketika harga-harga menyesuaikan, keseimbangan permintaan dan penawaran dipulihkan, dan fondasi untuk kenaikan berikutnya dibangun.

Salah satu kesalahan umum investor baru adalah terburu-buru menjual semua saham ketika melihat penurunan harga akibat profit taking.

Baca Juga:

Padahal, jika koreksi yang terjadi masih wajar dan tidak disertai perubahan fundamental, maka itu bisa menjadi kesempatan membeli kembali di harga lebih rendah.

Dalam konteks jangka panjang, memahami siklus ini jauh lebih penting daripada mencoba menebak waktu yang tepat untuk keluar dan masuk pasar.


Baca Juga:
Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Resolusi 2026: Dompet Tebal dari Bursa Saham
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
Didukung OJK, BEI, dan MNC Sekuritas, Pemko Tebingtinggi Kini Punya Galeri Investasi
Didukung BEI dan OJK, tapi Pemda Tak Melirik Obligasi dan Sukuk Daerah
Puluhan Perusahaan Resmi Melantai, Emiten Milik Taipan Ini Paling Banyak Diburu
komentar
beritaTerbaru