Rabu, 06 Mei 2026

Ada Aksi Profit Taking di Balik Gejolak Pasar Saham dalam Sepekan Terakhir

Hendrik Hutabarat - Selasa, 28 Oktober 2025 12:07 WIB
Ada Aksi Profit Taking di Balik Gejolak Pasar Saham dalam Sepekan Terakhir
Dok. PT BEI
Ada aksi profit taking dalam sepekan terakhir, terutama saat pasar saham di Indonesia begitu berdinamika.
Medan, asatupro.com - Ada aksi profit taking atau mengambil keuntungan yang dilakukan oleh para pelaku saham dalam gejolak yang terjadi di pasar saham Indonesia selama sepekan terakhir ini.

"Bayangkan, setelah sempat menembus level 8.100-an, indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik arah dan menutup perdagangan di posisi 7.915,66 poin," kata Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Muhamad Pintor Nasution, Selasa (28/10/2025).

Kepada para wartawan di Medan, Pintor Nasution bilang koreksi sekitar 2,5 persen ini menandai berakhirnya fase penguatan jangka pendek yang telah berlangsung sejak awal bulan.

Namun, kata dia, di balik pergerakan itu tersimpan sebuah fenomena klasik dalam dunia investasi yang dikenal sebagai profit taking yang dilakukan investor setelah harga saham naik cukup tinggi.

Tetapi ia mengingatkan kalau aksi profit taking bukanlah tanda bahwa pasar sedang jatuh bebas. Sebaliknya, profit taking adalah napas alami dari setiap pergerakan pasar yang sehat.

Baca Juga:

"Ketika harga saham telah naik signifikan, sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungannya," ungkap Pintor Nasution.

"Mereka (para pelaku saham, red) menjual sebagian atau seluruh kepemilikannya agar keuntungan yang sebelumnya hanya "di atas kertas" berubah menjadi uang tunai nyata," bebernya lagi.


Baca Juga:
Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Resolusi 2026: Dompet Tebal dari Bursa Saham
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
Didukung OJK, BEI, dan MNC Sekuritas, Pemko Tebingtinggi Kini Punya Galeri Investasi
Didukung BEI dan OJK, tapi Pemda Tak Melirik Obligasi dan Sukuk Daerah
Puluhan Perusahaan Resmi Melantai, Emiten Milik Taipan Ini Paling Banyak Diburu
komentar
beritaTerbaru