Puluhan Murid TK dan SD di Deliserdang Keracunan Makanan MBG, Pihak SPPG Dan Yayasan Diduga Lepas Tanggung Jawab
Puluhan Murid TK dan SD di Deliserdang Keracunan Makanan MBG, Pihak SPPG Dan Yayasan Diduga Lepas Tanggung Jawab
Peristiwa
Dairi,asatupro.com-Dugaan penyimpangan Dana Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 di Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, terus menjadi perhatian publik. Setelah mencuatnya dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program tersebut, kini muncul informasi mengenai dugaan adanya upaya untuk meredam pemberitaan dengan menawarkan sejumlah uang kepada beberapa insan pers, Sabtu (25/7/2026).
Informasi itu disampaikan oleh seorang warga Sidikalang berinisial P yang mengaku mengetahui adanya pertemuan antara pihak tertentu dengan sejumlah wartawan.
Kepada wartawan, P menjelaskan bahwa pada Jumat, 17 Juli 2026, dirinya sempat diajak menghadiri pertemuan di Poda Cafe bersama beberapa rekan media yang sebelumnya memberitakan dugaan penyimpangan Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan.
Namun, karena memiliki kesibukan lain, P mengaku tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut.
Baca Juga:
"Pada hari Jumat, 17 Juli 2026, saya diajak rekan media yang memberitakan Dana Ketapang Desa Pangguruan ke Poda Cafe. Karena ada kesibukan, saya tidak jadi ikut. Dari informasi yang saya terima, di sana memang ada pembahasan mengenai klarifikasi. Namun saya juga mendapat informasi bahwa ada uang sebesar Rp4 juta yang akan dibagikan kepada tiga media dengan alasan agar pemberitaan tersebut dihapus," ujar P.
Menurut P, uang tersebut kemudian ditolak oleh salah satu media, yakni Asatupro.com.
Ia menyebutkan bahwa wartawan dari media tersebut berpendapat tugas jurnalis bukanlah menghapus berita, melainkan menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta yang diperoleh di lapangan.
Baca Juga:
"Kalau memang ada pemberitaan yang dianggap kurang berimbang, seharusnya ditempuh melalui hak jawab atau hak klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers. Bukan dengan meminta berita dihapus," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan atas keterangannya, P mengaku turut memperlihatkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan penyerahan uang tersebut.
Dalam salah satu isi percakapan yang diperlihatkan kepada wartawan tertulis:
"Dimana dinda, kenapa jadi di-share beritanya? Datang kau, ini sudah kupegang uang. Jangan saling kita."
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih terus menelusuri keaslian percakapan tersebut serta identitas seluruh pihak yang terlibat dalam komunikasi itu.
Apabila informasi yang disampaikan narasumber tersebut benar, maka hal itu dapat mengarah pada dugaan adanya upaya menghalangi keterbukaan informasi kepada publik terkait penggunaan Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan Tahun Anggaran 2025.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat yang berharap seluruh dugaan penyimpangan penggunaan dana desa dapat diusut secara transparan dan profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masyarakat bersama sejumlah insan pers meminta Kejaksaan Negeri Dairi dan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Dairi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap penggunaan Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan Tahun Anggaran 2025, termasuk menelusuri apabila benar terdapat dugaan upaya memengaruhi atau meredam pemberitaan.
Apabila nantinya terbukti terdapat penyalahgunaan anggaran maupun tindakan melawan hukum lainnya, masyarakat berharap aparat penegak hukum mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, program Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan Tahun Anggaran 2025 diketahui memiliki nilai sekitar Rp165.747.000 yang diperuntukkan bagi kegiatan budidaya kol seluas dua hektare dan bawang merah seluas enam rante. Program tersebut belakangan menjadi sorotan setelah muncul berbagai informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pangguruan maupun pihak Pemerintah Desa Pangguruan belum memberikan keterangan resmi atas informasi mengenai dugaan penawaran uang kepada media maupun berbagai dugaan yang berkembang terkait penggunaan Dana Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi apabila pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini ingin memberikan penjelasan.
Puluhan Murid TK dan SD di Deliserdang Keracunan Makanan MBG, Pihak SPPG Dan Yayasan Diduga Lepas Tanggung Jawab
Peristiwa
Diduga Ada Upaya Meredam Pemberitaan Kasus Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan, Muncul Dugaan Penawaran Uang kepada Sejumlah Media
Daerah
Tapanuli Selatan, Asatupro.com Tanah airku tidak kulupakan bukan sekadar sepenggal lirik dalam lagu nasional ciptaan Ibu Sud. Bagi mas
Daerah
Medan, asatupro.com Kontribusi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan terhadap dunia industri kelapa sawit, baik di tingkat hulu
Perkebunan
Medan, asatupro.com Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan kembali menorehkan prestasi mumpuni yang kelak berguna bagi industri p
Perkebunan
Kepala BGN Minta Seluruh Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Bung Joe Sidjabat Jangan Hanya Jadi Slogan, Buktikan dengan Tanggung Jawab
Nasional
Jakarta, asatupro.com Pada semester I (Januari Juni) 2026 Subholding PTPN IV PalmCo yang merupakan bagian dari PTPN III, berhasil merau
Perkebunan
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Sosok
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Hukrim
Lahan Dipakai Pembangunan Sekolah Rakyat, Risman Pakpahan Warga Sipirok Minta Ganti Rugi Ke Kemensos RI
Peristiwa