Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
Peristiwa
Rumah itu bukan sembarang rumah. Di sanalah tinggal orang tua Mahmud, seorang wartawan lokal yang dikenal kritis menulis soal perjudian dan praktik ilegal di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Malam itu, rumah keluarga kecil ini nyaris menjadi abu.
Beruntung, sang ibu dan kakak Mahmud sigap. Dengan air seadanya, mereka berhasil memadamkan api sebelum melalap seluruh rumah. Hanya tangga yang gosong, tapi rasa takut dan trauma jelas membekas.
"Kalau tidak cepat dipadamkan, rumah ini pasti sudah habis. Saya benar-benar gemetar malam itu," ucap ibu Mahmud, menahan tangis, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga:
Meski sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis, Jum'at malam (15/8/2025) Polres Padangsidimpuan, publik menilai aparat penegak hukum masih terkesan lamban dalam mengungkap pelaku.
Publik menilai sikap diam Kapolres Padangsidimpuan beserta jajarannya seolah menunjukkan rasa takut terhadap pelaku yang diduga hanya "penjahat kelas teri". Pandangan itu mencuat karena hingga kini polisi belum memberikan keterangan tegas apakah kebakaran tersebut murni insiden atau memang tindakan kriminal terencana.
Kasus pembakaran rumah orang tua wartawan yang hingga kini tak terungkap, menyisakan tanda tanya besar. Jika aparat terus bersikap pasif, publik khawatir Padangsidimpuan akan memasuki babak baru kota yang dikuasai teror dan jaringan kriminal.
Baca Juga:
Kasus ini tidak berdiri sendiri. Mahmud dikenal sebagai wartawan yang kritis menulis soal perjudian dan praktik ilegal. Wajar jika publik menduga, kebakaran ini bukan musibah, melainkan pesan diam atau keluargamu jadi korban.
Pengabaian kasus ini berpotensi melahirkan efek domino. Pelaku akan merasa kebal hukum, dan bukan tidak mungkin aksi serupa kembali menimpa keluarga wartawan lain, aktivis, bahkan tokoh masyarakat yang kritis. Padangsidimpuan bisa menjadi "zona tak bertuan" di mana hukum tak lagi dihormati.
"Kalau polisi serius, seminggu sudah bisa terungkap. Tapi yang kita lihat justru diam. Jangan-jangan mereka takut menyentuhnya," ucap Ibu Mahmud dengan nada gusar.
Kecurigaan publik makin menguat: Kapolres Padangsidimpuan diduga gentar menghadapi jaringan di balik kasus ini. Padahal, jika hanya pelaku kelas teri, seharusnya aparat bisa bergerak cepat.
"Kalau polisi saja takut, masyarakat bisa berharap ke siapa lagi?" tanya kakak Mahmud lirih, sambil menunjuk tangga yang hangus terbakar.
Tidak hanya itu, Sejumlah rekan satu profesi Mahmud, juga mendesak, dalam dua pekan ke depan harus ada titik terang kasus. Jika tidak, gelombang aksi massa dan solidaritas wartawan di Sumatera Utara diyakini akan membesar, menuntut Kapolda bahkan Kapolri turun langsung. (Red)
Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
Peristiwa
Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan
Peristiwa
AMPH Sumut Kecewa Kejagung Tak Berani Menahan Mantan Jampidsus
Peristiwa
Kesatrian Kogabwilhan II Resmi Pindah Ke Balikpapan
Nasional
Desa Berampu Hadirkan Layanan "Si Jempol", Warga Kini Bisa Urus Administrasi Kependudukan Langsung di Kantor Desa
Daerah
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bersilaturahmi dengan pimpinan dan keluarga besar Dayah Abu Paya Pasi, Rabu (22/7/2026)
Daerah
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Nasional
Gawat!! Orang Tua Siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Diminta Menandatangani Surat Pengunduran Diri dari Program MBG Usai Anak Alami Duga
Peristiwa
MIO Indonesia Laporkan Hotman Paris Hutapea Ke Polda Metro Jaya
Peristiwa
Massa Hotma Dukung Mantan Jampidsus Karena Pernah Menyelamatkan Kerugian Negara Sekitar Rp 430 Triliun
Peristiwa