Selasa, 28 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Syukurlah Masih Bertahan di Level Rp 14.000-an Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 17 Oktober 2024

Hendrik Hutabarat - Kamis, 17 Oktober 2024 16:25 WIB
Syukurlah Masih Bertahan di Level Rp 14.000-an Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 17 Oktober 2024
Tangkapan Layar
Harga TBS petani kemungkinan terimbas seiring dengan keluarnya hasil tender PT KPBN yang menunjukan harga CPO cenderung menurun.

Terutama saat TBS petani tersebut ditransaksikan di tingkat pengepul, toke, gudang, loading RAM, atau pun pabrik kelapa sawit (PKS) pada keesokan harinya, Jumat (18/10/2024).

Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg di luar atau tidak termasuk PPN di PT KPBN periode Kamis (17/10/2024):

Dumai : Rp 14.038 - IBP (sebelumnya Rp 14.111 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 14.010 - EUP, turun Rp 73 dari selisih harga WD, naik Rp 28 dari harga penawaran tertinggi)

Kwala Sawit (loko) : Rp 13.829 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 9.750 - MPR/BTI/SAM/BBF (sebelumnya Rp 13.902 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 9.750 - MPR/SAM/BTI, turun Rp 73 dari harga WD)

Baca Juga:

Kaltim : Rp 18.638 - EUP

Kalbar : Rp 13.688 - EUP

Kalsel : Rp 13.638 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 12.850 - WNI

Baca Juga:

CPO RSPO ISCC

Dumai : Tiada kabar (sebelumnya Rp 14.298 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.953 - IBP)

CPKO :

Lampung (loco) : Rp 21.497 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 15.005 - KLKD (sebelumnya Rp 21.194 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 16 006 - KLKD)

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kabar Baik Bagi Pelaku Sawit, Kini Ada Prototipe Teknologi Helm Pintar Berbasis IoT Karya Mahasiswa ITSI Medan
Mahasiswa ITSI Medan Ciptakan Prototipe Teknologi Pencegah Kebocoran CPO
Harga CPO Naik Harga TBS Melorot, 10 Utusan PKS di Sumut "Disetrap" Pemerintah
Perusahaan Malaysia dan mySAP365 Luncurkan Inovasi PROFOSS 2
Demi Regenerasi Digital Perkebunan Indonesia, mySAP365 PT LAT Trisakti Dukung Proses Magang Mahasiswa ITSI
Seratusan Petani Sawit Morowali Utara Dibekali BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE
komentar
beritaTerbaru