Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Kegiatan tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima asatupro.com, Selasa (1/7/2025), digelar AII di Wings Hotel, Kecamatan Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (30/6/2025) siang hingga sore.
Acara tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh puluhan petani kelapa sawit yang merupakan pengurus dan anggota DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Perjuangan Sumut di bawah pimpinan H. Subangun Berutu.
Para petani sawit swadaya itu diketahui datang dari berbagai kabupaten, seperti Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai (Sergai), serta Simalungun.
Baca Juga:
Ketua Umum AII, Prof (R) Ir Didiek Hadjar Goenadi MSc PhD IPU INV, membuka acara tersebut sekaligus menyampaikan kata sambutan berupa motivasi dan paparan tentang apa yang akan disampaikan oleh para narasumber yang hadir.
Kata Didiek Hadjar Goenadi, ada tiga pembicara yang dihadirkan dalam acara itu, yakni Dr Eng Muammad Makky STP MSi dari Universitas Andalas, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar); Firda Dimawarnita ST MT dan Donny Nugroho Kalbuari MSi dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Bogor.
Didiek Hadjar Goenadi mengatakan, untuk paparan mengenai teknologi akan disampaikan oleh Eng Muammad Makky STP MSi dari Universitas Andalas (Unand) yang menyampaikan soal teknologi long range detection berbasis machine Vixion untuk penentuan umur tandan buah segar (TBS).
Baca Juga:
AII, kata Didiek Hadjar Goenadi, dalam kegiatan itu juga menyertakan narasumber yang bisa menjelaskan kepada para petani.
Dengan harapan, kata dia, agar para petani mampu mengoptimalkan potensi lebih yang ada di sawit, termasuk pengolahan tandan kosong (tankos) untuk wadah penanaman jamur tiram.
Tujuannya, kata Didiek Hadjar Goenadi, adalah untuk peningkatan pendapatan petani dari kebun sawit masing-masing, tidak hanya melalui penjualan TBS, tetapi juga melalui budidaya jamur tiram.
Petani sawit anggota APKASINDO Perjuangan, sambung Didiek Hadjar Goenadi lebih lanjut, juga mendapatkan pemahaman soal bagaimana meningkatkan ketahanan perkebunan kelapa sawit terhadap kekeringan melalui aplikasi BioSilAc.
"Materi tentang budidaya jamur tiram di tankos sawit dan peningkatan ketahanan kelapa sawit akan disampaikan dua narasumber dari PPKS Bogor, yaitu Ini Firda Dimawarnita ST MT dan Bapak Donny Nugroho Kalbuari MSi," tegas Ketua Umum AII, Prof (R) Ir Didiek Hadjar Goenadi MSc PhD IPU INV.
Dan semua itu, ucap Mohamad Alfansyah SH MH,, demi terjadinya peningkatan kesejahteraan petani sawit itu sendiri.
Untuk itu, ujar Alfansyah, BPDP berharap AII terus melakukan pendekatan dan pengenalan secara terukur kepada para stakeholders atau para pemangku kepentingan, termasuk kepada para petani sawit, terkait setiap teknologi yang telah dibiayai melalui program grand riset sawit (GRS).
"Kami minta AII mampu menjembatani, mampu mengomersialisasi, atau mampu mengenalkan lebih dekat setiap produk teknologi yang telah dibiayai oleh BPDP melalui program GRS," kata Mohamad Alfansyah SH MH.
Mohammad Alfansyah mengatakan, kemampuan AII dalam mengomersialisasi akan mampu membuat seluruh hasil inovasi dan teknologi yang dibiayai BPDP itu tidak sekadar menjadi buku atau bahan pembelajaran di perpustakaan.
"Ada 300-an teknologi yang sudah dibiayai BPDP, termasuk melalui GRS. Dan tentu saja kami berharap semuanya bisa bermanfaat bagi pelaku usaha sawit, termasuk petani, agar mampu meningkatkan produktivitas dan berujung pada meningkatnya kesejahteraan petani sawit," kata Alfansyah lagi.
Alfansyah mengingatkan bahwa Indonesia merupakan produsen utama produk sawit di dunia, dan kebutuhan global akan sawit diprediksi bakal terus meningkat.
Untuk itu, kata dia, kemampuan untuk menciptakan produk turunan sawit dalam jumlah yang banyak sangat didorong oleh tingkat inovasi dan kemajuan teknologi yang ada.
Dalam kesempatan itu Alfansyah memuji kiprah AII yang sejauh ini sudah mampu memaksimalkan semua teknologi hasil GRS ke berbagai pihak terkait, termasuk ke tingkat petani.
"Kita terus mendorong agar penggunaan atau aplikasi teknologi sawit hasil GRS bisa dipakai petani demi kesejahteraan petani itu sendiri," ucap Alfansyah.
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
Medan