Rapat Ke-2 SEKBER FAHMI: Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam merevitalisasi sawit renta milik petani dan memangkas disparitas produktivitas sawit rakyat melalui perluasan sentra penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat di Provinsi Riau dan Jambi.
Perusahaan plat merah ini mengelola perkebunan sawit terluas di dunia telah menyiapkan lima sentra pembibitan sawit unggul siap tanam.
Sejak digulirkan pertama kali pada 2021, kami mempelajari bahwa permintaan petani akan keberadaan bibit sawit unggul bersertifikat terus meningkat.
Baca Juga:
"Hingga akhir tahun 2024 program ini diperluas tidak hanya di Riau tapi juga di Provinsi Jambi," kata Direktur Utama PTPN IVPalmCo Jatmiko Santoso dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi asatupro.com.
Kita mentargetkan 2,1 juta bibit unggul bersertifikat dapat dibeli oleh petani termasuk petani non plasma,.
"Ke depan, kita fokus melakukan percepatan peningkatan kinerja seluruh lahan kelapa sawit dimiliki PTPN Group melalui program penyediaan bibit sawit unggul akan diperluas di berbagai provinsi di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Kalimantan, kata Jatmiko.
Baca Juga:
Niat dan mimpi kami hanya satu, bagaimana petani mendapatkan hasil produksi sawit mereka secara maksimal sehingga disparitas antara petani dan korporasi yang cukup tinggi saat ini bisa dipangkas sehingga langkah pertama harus dibenahi ada pada penyediaan bibit unggul, ujar Jatmiko.
Memang data survey Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menunjukkan jika para petani sawit masih sering terjebak dengan keberadaan bibit sawit palsu.Ada sejumlah alasan yang membuat mereka terjebak.
Ada 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal, 12 persen diantara petani terjebak penggunaan bibit palsu karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal cukup jauh, ungkap Jatmiko.
Menurut Jatmiko, bibit unggul bersertifikat yang mudah diakses dan transparan adalah keharusan jika ingin meningkatkan produktivitas sawit rakyat.
Jika bibit terkendala, kerugiannya bagi petani tidak hanya hari ini bulan ini atau tahun ini tapi berdampak panjang sampai 25 tahun bahkan 30 tahun kedepan,ujar Jatmiko.
Program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat sukses digeber Jatmiko saat masih memimpin PTPN V di Riau, sebelum entitas itu menjadi bagian PTPN IVPalmCo. Penjualan bibit ke petani non plasma dimulainya sejak 2021 lalu.
Respon positif petani dimulai sebab perusahaan juga memberikan kemudahan akses pembelian melalui aplikasi khusus yang bernama Sawit Rakyat Online (SRO).
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Irwan Perangin-Angin menambahkan, Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 10.000 kali itu dirancang sesederhana mungkin sehingga para petani terbantu untuk memperoleh informasi teranyar terkait ketersediaan bibit di masing-masing sentra,kata Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Irwan Perangin Angin.
Langkah penyediaan bibit sawit unggul itu merupakan jawaban atas keberadaan bibit sawit palsu di pasaran. PTPN IV mengusahakan beragam jenis bibit sawit varietas unggul dengan rata-rata produktivitas tandan buah segar (TBS) di atas 30 ton per hektare per tahun.
"Kita selalu ingin membantu para petani, kita siapkan varietas unggul seperti PPKS 50, PPKS 50 NG yang memiliki waktu panen lebih cepat dan kadar minyak yang tinggi sehingga produktivitas petani sawit meningkat," kata Irwan.
Namun menurut Irwan, kendala sering terjadi ada pada ketersediaan kecambah dimana pasokan dari penyedia kecambah seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan petani.
Jadi, kita fokus juga soal kecambah ini dan kita bersama-sama mencari solusi agar jaminan ketersediaan kecambah bisa kita dapatkan dan penyediaan bibit sawit unggul untuk rakyat bisa kita tingkatkan, ujar Irwan.
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
KPKMRI Perkuat Pendampingan Hukum, Biro Hukum Tegaskan Hak Togu Ambarita dan Mariduk Pasaribu Wajib Dilindungi
Peristiwa
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Peristiwa
Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar
Pendidikan
Satupena.co.id Tetapkan HUT Ke4 Digelar 22 Agustus 2026 di Aceh Tengah
Daerah
Cipayung Plus Sumut Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa dan Pelajar
Nasional
SEKBER FAHMI Soroti Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Dorong Polrestabes Medan Lebih Terbuka
Hukrim
Dana Desa Lau Bagot Rp595 Juta Tahun 2025 Jadi Sorotan, Kades Sunardi Bungkam dan Ingkari Janji Bertemu dengan Media
Daerah
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Kenakan Rompi Pink, Tangan Diborgol, Bawa Map Biru
Nasional
Ada Mainan Korupsi Dalam Manipulasi Proyek Pengadaan Barang dan Jasa di RSUD O.K Arya Zulkarnaen Batubara, Dugaan Kuat Menjadi Proyek
Peristiwa