Sabtu, 09 Mei 2026

PTPN IV PlamCo Targetkan 2,1 Juta Bibit Sawit Unggul, Bisa Diserap Petani Akhir 2024

Khairul Muslim - Rabu, 16 Oktober 2024 13:36 WIB
PTPN IV PlamCo Targetkan 2,1 Juta Bibit Sawit Unggul, Bisa Diserap Petani Akhir 2024
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santoso Saat Tanam Perdana Sawit Plasma di Provinsi Riau
Jakarta,asatupro.com-Holding Perkebunan Nusantara IV (Persero) melalui Sub Holding PTPN IVPalmCo menargetkan 2,1 juta bibit sawit unggul bersertifikat yang bisa diserap petani hingga akhir 2024.

Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam merevitalisasi sawit renta milik petani dan memangkas disparitas produktivitas sawit rakyat melalui perluasan sentra penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat di Provinsi Riau dan Jambi.

Perusahaan plat merah ini mengelola perkebunan sawit terluas di dunia telah menyiapkan lima sentra pembibitan sawit unggul siap tanam.

Sejak digulirkan pertama kali pada 2021, kami mempelajari bahwa permintaan petani akan keberadaan bibit sawit unggul bersertifikat terus meningkat.

Baca Juga:

"Hingga akhir tahun 2024 program ini diperluas tidak hanya di Riau tapi juga di Provinsi Jambi," kata Direktur Utama PTPN IVPalmCo Jatmiko Santoso dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi asatupro.com.


Jatmiko menjelaskan, sejak pertama diluncurkan hingga akhir Triwulan III 2024, sedikitnya 1,6 juta bibit sawit telah diserap para petani di kedua provinsi tersebut. PalmCo merencanakan sampai Desember mendatang, diperkirakan sebanyak 2,1 juta bibit habis diboyong petani yang tengah menyiapkan areal mereka untuk kebutuhan peremajaan sawit.

Kita mentargetkan 2,1 juta bibit unggul bersertifikat dapat dibeli oleh petani termasuk petani non plasma,.
"Ke depan, kita fokus melakukan percepatan peningkatan kinerja seluruh lahan kelapa sawit dimiliki PTPN Group melalui program penyediaan bibit sawit unggul akan diperluas di berbagai provinsi di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Kalimantan, kata Jatmiko.

Baca Juga:

Niat dan mimpi kami hanya satu, bagaimana petani mendapatkan hasil produksi sawit mereka secara maksimal sehingga disparitas antara petani dan korporasi yang cukup tinggi saat ini bisa dipangkas sehingga langkah pertama harus dibenahi ada pada penyediaan bibit unggul, ujar Jatmiko.

Memang data survey Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menunjukkan jika para petani sawit masih sering terjebak dengan keberadaan bibit sawit palsu.Ada sejumlah alasan yang membuat mereka terjebak.

Ada 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal, 12 persen diantara petani terjebak penggunaan bibit palsu karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal cukup jauh, ungkap Jatmiko.

Menurut Jatmiko, bibit unggul bersertifikat yang mudah diakses dan transparan adalah keharusan jika ingin meningkatkan produktivitas sawit rakyat.

Jika bibit terkendala, kerugiannya bagi petani tidak hanya hari ini bulan ini atau tahun ini tapi berdampak panjang sampai 25 tahun bahkan 30 tahun kedepan,ujar Jatmiko.


Dengan dukungan dari pemerintah, asosiasi dan para petani, kami yakin program ini akan berjalan dengan baik dan sejalan dengan semangat pembentukan PalmCo yang berkontribusi positif dalam ketahanan pangan serta energi, tutur Jatmiko.

Program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat sukses digeber Jatmiko saat masih memimpin PTPN V di Riau, sebelum entitas itu menjadi bagian PTPN IVPalmCo. Penjualan bibit ke petani non plasma dimulainya sejak 2021 lalu.

Respon positif petani dimulai sebab perusahaan juga memberikan kemudahan akses pembelian melalui aplikasi khusus yang bernama Sawit Rakyat Online (SRO).

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Irwan Perangin-Angin menambahkan, Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 10.000 kali itu dirancang sesederhana mungkin sehingga para petani terbantu untuk memperoleh informasi teranyar terkait ketersediaan bibit di masing-masing sentra,kata Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Irwan Perangin Angin.

Langkah penyediaan bibit sawit unggul itu merupakan jawaban atas keberadaan bibit sawit palsu di pasaran. PTPN IV mengusahakan beragam jenis bibit sawit varietas unggul dengan rata-rata produktivitas tandan buah segar (TBS) di atas 30 ton per hektare per tahun.

"Kita selalu ingin membantu para petani, kita siapkan varietas unggul seperti PPKS 50, PPKS 50 NG yang memiliki waktu panen lebih cepat dan kadar minyak yang tinggi sehingga produktivitas petani sawit meningkat," kata Irwan.

Namun menurut Irwan, kendala sering terjadi ada pada ketersediaan kecambah dimana pasokan dari penyedia kecambah seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan petani.

Jadi, kita fokus juga soal kecambah ini dan kita bersama-sama mencari solusi agar jaminan ketersediaan kecambah bisa kita dapatkan dan penyediaan bibit sawit unggul untuk rakyat bisa kita tingkatkan, ujar Irwan.

Sumber
: PTPN IV PalmCo Jatmiko Santoso
Editor
: Khairul Muslim
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan saat Momen Paskah
PalmCo Sediakan Kebun untuk Introduksi Serangga Penyerbuk Sawit
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Ini Rute Bus Program Mudik Gratis Lebaran 2026 PTPN IV PalmCo
Program Mudik PalmCo Reg. III Digelar, Paling Banyak Tujuan Sumut
komentar
beritaTerbaru