Senin, 17 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan

Hendrik Hutabarat - Minggu, 16 Agustus 2026 20:55 WIB
Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan
Dok. ITSI Medan
Para petani sawit anggota Kelompok Tani (Poktan) Makmur Sejahtera di Desa Tapak Meriah, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menyimak cara kerja teknologi BrondolanClean dari Tim PKM ITSI Medan.
Sei Rampah, asatupro.com - Jatarsi Sipayung dan para petani sawit yang tergabung dalam alam Kelompok Tani (Poktan) Makmur Sejahtera menyimak penjelasan mengenai cara kerja teknologi BrondoClean yang disampaikan oleh sejumlah dosen dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan.

Para dosen ITSI Medan itu diketahui tergabung dalam Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dan didukung penuh pendanaannya dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Mereka adalah Hari Gunawan SST M.Agr selaku Ketua PKM, dengan dua anggota yakni Dr. Wardatul Husna Irham S.Si MPd. dan Mahyunis ST MT, dan dibantu oleh praktisi sawit sekaligus dosen ITSI bernama Henry Budi Hasibuan SP M.Agr.

Jatarsi Sipayung dan rekan-rekannya menyimak penjelasan soal BrondoClean itu dalam sebuah kelompok diskusi terpumpun atau focus group discussion (DKT/FGD).

Baca Juga:

DKT tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima media, Minggu (16/8/2026), yang diselenggarakan di Desa Tapak Meriah, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), tempat para petani sawit anggota Poktan Makmur Sejahtera bermukim.




Para petani sawit melihat langsung demonstrasi alat BrondoClean itu dengan harapan memahami mekanisme kerja alat, mulai dari proses pemisahan kotoran hingga menghasilkan brondolan yang lebih bersih dan siap dipasarkan.

Baca Juga:

Kata Jatarsi Sipayung selaku Ketua Poktan Makmur Sejahtera, teknologi BrondoClean berpeluang meningkatkan pendapatan mereka selaku petani sawit dengan menjadikan brondolan semakin bersih sehingga punya nilai tinggi.

"Dengan alat BrondoClean ini kami yakin brondolan dari kebun kami bisa memiliki nilai jual yang tinggi saat dijualkan ke pengepul maupun pabrik kelapa sawit (PKS)," ucap Jatarsi Sipayung.

Henry Budi Hasibuan dalam paparannya menjelaskan, kegiatan demonstrasi dan paparan mengenai BrondoClean bisa menjadi wadah bagi petani sawit untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan

"Khususnya dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, termasuk terkait peningkatan kualitas hasil panen tandan buah segar (TBS) melalui penerapan teknologi tepat guna," ucap Henry Budi Hasibuan lagi.

Dalam paparannya, Bapak Henry Budi Hasibuan menekankan bahwa inovasi dan mekanisasi merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing sektor perkebunan kelapa sawit.




Menurutnya, penerapan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan petani mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kehilangan hasil panen, serta memberikan nilai tambah terhadap produk yang dipasarkan.


Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari petani mengenai kondisi lapangan dan peluang pengembangan BrondoClean agar semakin efektif digunakan di perkebunan rakyat.

Sementara itu Ketua Tim PKM, Hari Gunawan menjelaskan kalau BrondoClean tidak hanya berfungsi sebagai alat mekanisasi perkebunan, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani melalui meningkatnya mutu buat kelapa sawit yang dimiliki petani.

Selama ini, kata Hari Gunawan, salah satu penyebab berkurangnya pendapatan petani adalah potongan hasil akibat brondolan yang masih bercampur dengan tanah, pasir, dan sampah saat dijual ke pabrik atau pengepul.

Hari Gunawan bilang, Tim PKM menilai melalui penerapan BrondoClean, kualitas brondolan dapat ditingkatkan sehingga potongan hasil dari PKS yang sebelumnya dapat mencapai 10 persen sampai 20 persen, berpotensi ditekan hingga hanya sekitar 1 persen sampai 2 persen.

"Dengan demikian, potensi pendapatan petani kelapa sawit yang selama ini hilang dapat diselamatkan dan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar," tegas Hari Gunawan SST M.Agr selaku Ketua PKM.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Didukung Pemerintah, ITSI Medan Ciptakan BrondolanClean untuk Petani Sawit
Kunjungi ITSI Medan, Direktur Hubungan Kelembagaan PalmCo Bikin Kejutan
Hadir di JIEXPO Kemayoran, mySAP365 AIX Semakin Memanjakan Industri Perkebunan Sawit
Pemuda Pancasila Sumut Tanam 2.000 Pohon, Ijeck Dorong Gerakan Peduli Lingkungan hingga Desa
Simpan Sabu di Kantong Celana, Dua Warga Sergai Ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
Untuk Kesekian Kali Sawit Kuatkan NTP Petani Sumut
komentar
beritaTerbaru