Untuk Kesekian Kali Sawit Kuatkan NTP Petani Sumut
Medan, asatupro.com Untuk kesekian kali keberadaan perkebunan kelapa sawit mampu menguatkan nilai tukar petani (NTP) petani secara umum di
Perkebunan
Bayangkan, seperti keterangan resmi yang diterima media, Rabu (5/8/2026), pelatihan yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) itu berlangsung di dua tempat.
Pertama, pelatihan bagi 128 pekebun itu berlangsung di Beston Hotel Palembang dan berisi berbagai teori dan menghadirkan para pembicara yang berkelas seperti Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel Herlan Kagami SP MSi, Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Musi Rawas Kgs. M. Effendi Fery S.STP MSi.
Lalu ada perwakilan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dr M Apuk Ismane yang juga Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, serta perwakilan Ditjenbun.
Baca Juga:
Kedua, pelatihan digelar langsung di perkebunan kelapa sawit milik PTDutareka Mandiri yang terletak di Kabupaten Banyuasin hang berbatasan langsung dengan Palembang selaku ibukota Sumsel
Karena itu wajar kalau proses pelatihan berlangsung seru, karena IPB Training yakin agar penguasaan keterampilan teknis di lapangan menjadi faktor penting agar para pekebun mampu menerapkan praktik budidaya sawit yang tepat dan meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 dan mengedepankan pendekatan learning by doing.
Baca Juga:
Artinya, IPB Training memadukan pembelajaran teori dengan praktik langsung agar setiap peserta mampu memahami sekaligus menerapkan teknik budidaya yang baik di kebun sawit masing-masing.
Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pekebun merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing perkebunan kelapa sawit rakyat.
Mereka berharap pelatihan mampu mendorong pekebun untuk mengadopsi teknik budidaya yang lebih efektif, memanfaatkan teknologi secara tepat, serta menerapkan pengelolaan kebun sesuai standar yang direkomendasikan.
Kemudian materi mengenai teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Peserta secara langsung mempraktikkan pemindahan bibit dari Main Nursery (MN) ke Pre Nursery (PN) menggunakan alat ponjok, melakukan pengujian pH tanah menggunakan kertas lakmus.
Peserta juga dilatih menyusun titik tanam melalui praktik pengairan, hingga melakukan kalibrasi alat semprot dan penggunaan knapsack sprayer.
Pada sesi pemupukan, peserta juga diajak mengenali karakteristik pupuk melalui pengamatan langsung.
Kegiatan ini bertujuan agar pekebun mampu memilih pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sekaligus memahami pentingnya pemupukan yang tepat dalam mendukung produktivitas kebun.
Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapang ke PT Dutareka Mandiri .
Di lokasi ini, peserta melihat secara langsung bagaimana teknik budidaya diterapkan pada setiap fase pertumbuhan tanaman.
Kunjungan dilakukan ke area pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan (TM), hingga stasiun sortasi buah.
Tidak hanya mengamati, peserta juga terlibat dalam berbagai praktik lapangan. Di area pembibitan, mereka mempraktikkan pengisian media tanam ke dalam polybag.
Sementara di TM, peserta mempraktikkan teknik pruning sebagai bagian dari pemeliharaan tanaman menghasilkan.
Pada sesi sortasi, peserta mengelompokkan tandan buah segar berdasarkan tingkat kematangannya sesuai standar mutu hasil panen.
Metode pembelajaran berbasis praktik tersebut mendapat respons positif dari peserta.
Selama pelatihan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari pemilihan benih, pengelolaan tanah, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Interaksi tersebut memperkaya proses pembelajaran karena setiap materi dikaitkan dengan pengalaman nyata para pekebun.
Pendekatan learning by doing yang diterapkan dalam pelatihan ini diharapkan mampu mempercepat proses transfer pengetahuan dari narasumber kepada peserta.
Dengan memperoleh pengalaman langsung, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk menerapkan teknik budidaya yang lebih baik setelah kembali ke kebun masing-masing.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, BPDP bersama Ditjenbun dan IPB Training terus mendorong peningkatan kualitas pekebun sebagai fondasi pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Medan, asatupro.com Untuk kesekian kali keberadaan perkebunan kelapa sawit mampu menguatkan nilai tukar petani (NTP) petani secara umum di
Perkebunan
Palembang, asatupro.com Seru sekali pelatihan dan praktek budidaya perkebunan kelapa sawit yang diikuti oleh lebih seratus petani asal Kab
Perkebunan
Padangsidimpuan, Asatupro.com Proses tender sejumlah proyek Tahun Anggaran 2026 di Pemerintah Kota Padangsidimpuan sempat menjadi sorota
Daerah
Dialog Dan Penguatan Sinergitas Dir Intelkam Dengan Komunitas Ojol Sumut
Medan
Kasus Anggota DPRD Medan AT Berujung Tersangka Meski Damai, Advokat Pahala Sitorus Pertanyakan Penerapan Restorative Justice
Peristiwa
Bangun Kemitraan Strategis, Ojol Sumut Siap Bersinergi Menciptakan Lingkungan yang Tertib dan Kondusif
Medan
Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit
Medan
Adi Warman Lubis Soroti Penunjukan Plh Sekda Kota Medan, Minta Wali Kota Pilih Figur yang Tepat
Medan
Marak Judi Tembak Ikan Merek AW, Anggota DPRD Medan Eko Afrianta Sitepu Desak Kapolda Sumut Copot Kapolsek Medan Tuntungan
Hukrim
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di KPK, Mabes Polri, dan Kejagung Desak Pengusutan Tuntas Kasus Febrie Adriansyah Jangan Terkesan
Peristiwa