Di TBM, peserta melakukan praktik kastrasi, pemotongan gulma, serta pengenalan penggunaan traktor untuk pemeliharaan kebun.
Sementara di TM, peserta mempraktikkan teknik pruning sebagai bagian dari pemeliharaan tanaman menghasilkan.
Pada sesi sortasi, peserta mengelompokkan tandan buah segar berdasarkan tingkat kematangannya sesuai standar mutu hasil panen.
Metode pembelajaran berbasis praktik tersebut mendapat respons positif dari peserta.
Selama pelatihan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari pemilihan benih, pengelolaan tanah, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Baca Juga:
Interaksi tersebut memperkaya proses pembelajaran karena setiap materi dikaitkan dengan pengalaman nyata para pekebun.
Pendekatan learning by doing yang diterapkan dalam pelatihan ini diharapkan mampu mempercepat proses transfer pengetahuan dari narasumber kepada peserta.
Dengan memperoleh pengalaman langsung, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk menerapkan teknik budidaya yang lebih baik setelah kembali ke kebun masing-masing.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, BPDP bersama Ditjenbun dan IPB Training terus mendorong peningkatan kualitas pekebun sebagai fondasi pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Baca Juga:

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas kebun, meningkatkan kualitas hasil panen, serta memperkuat daya saing sektor kelapa sawit Indonesia secara berkelanjutan.
Tags
beritaTerkait
komentar