Selama enam hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang mencakup seluruh tahapan budidaya kelapa sawit, mulai dari regulasi dan kebijakan perkebunan, dan penggunaan benih unggul bersertiļ¬kat.
Kemudian materi mengenai teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Peserta secara langsung mempraktikkan pemindahan bibit dari Main Nursery (MN) ke Pre Nursery (PN) menggunakan alat ponjok, melakukan pengujian pH tanah menggunakan kertas lakmus.
Peserta juga dilatih menyusun titik tanam melalui praktik pengairan, hingga melakukan kalibrasi alat semprot dan penggunaan knapsack sprayer.
Pada sesi pemupukan, peserta juga diajak mengenali karakteristik pupuk melalui pengamatan langsung.
Baca Juga:
Kegiatan ini bertujuan agar pekebun mampu memilih pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sekaligus memahami pentingnya pemupukan yang tepat dalam mendukung produktivitas kebun.
Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapang ke PT Dutareka Mandiri .
Di lokasi ini, peserta melihat secara langsung bagaimana teknik budidaya diterapkan pada setiap fase pertumbuhan tanaman.
Baca Juga:
Kunjungan dilakukan ke area pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan (TM), hingga stasiun sortasi buah.
Tidak hanya mengamati, peserta juga terlibat dalam berbagai praktik lapangan. Di area pembibitan, mereka mempraktikkan pengisian media tanam ke dalam polybag.
Tags
beritaTerkait
komentar