Hal ini sejalan dengan standar kualitas premium yang ditetapkan perusahaan. Pemeliharaan aspek mutu yang tinggi secara konsisten ini menjadi modal utama bagi keberlanjutan dan penguatan daya saing komoditas karet perusahaan di pasar domestik maupun global.
Menurut Rediman, pemenuhan tenaga kerja di area perkebunan masih menjadi fokus utama manajemen dalam menjaga ritme produksi karet di lapangan.
"Untuk menjaga stabilitas produktivitas, kami menerapkan penataan tenaga deres secara komprehensif di seluruh regional guna menekan area yang tidak tersadap (hanca lowong)," kata dia.
"Melalui pendekatan Maximum Exploitation yang terukur, kami berupaya memastikan volume harian dan kualitas mutu karet PTPN IV PalmCo tetap terjaga dengan baik," paparnya.
Baca Juga:
Sementara itu, kembali kepada Jatmiko Krisna Santosa, disebutkan bahwa pada komoditas teh, PTPN IV PalmCo menitikberatkan pada strategi optimalisasi biaya operasional.
"Ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas hasil kebun. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan efisiensi beban produksi sebesar Rp 46,47 miliar," kata dia.
Langkah efisiensi itu terus dilanjutkan hingga Mei 2026, didukung oleh penerapan mekanisasi mesin petik dan perbaikan operasional di berbagai area kebun teh yang terintegrasi.
Baca Juga:
Jatmiko K. Santosa menambahkan bahwa efisiensi di sektor hulu teh juga diimbangi dengan penyesuaian strategi di sektor hilir untuk menjamin konsistensi mutu yang dihasilkan.
Pada komoditas teh, pihaknya menyeimbangkan efisiensi operasional dengan pemenuhan permintaan pasar.
Selain merasakan dampak penghematan dari mekanisasi, arah produksi saat ini difokuskan pada portofolio Grade 1.
Tags
beritaTerkait
komentar